ESTETIKA SENI SONGKOK RECCA’ S Habib Jilan Al Qadry Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni dan Desain, Universitas Negeri Makassar email: habibjilan2198@gmail.com Abstrak Songkok Recca’ merupakan songkok khas suku bugis yang ada di Kabupaten Bone dipakai oleh kaum lelaki. Di mana selain mencerminkan kegagahan bagi si pemakai, juga merupakan sebuah simbol identitas adat dan kultur suatu daerah. Tujuan penelitian dalam artikel ini adalah menganalisis proses pengalaman estetik melalui pendekatan teori dari songkok recca’ guna memperoleh sebuah ilmu pengetahuan mengenai estetika seni dari songkok recca’, dengan menggunakan metode penyusunan ilmiah deskriptif-kualitatif, dengan teknik kajian literatur berdasarkan pada beberapa kepustakaan yang membahas mengenai objek yang diteliti sehingga menghasilkan hasil analisis dalam konteks pengalaman estetik. Abstract Songkok Recca ’is a typical Bugis tribe in Bone Regency used by men. Where in addition to reflecting gallantry for the user, it is also a symbol of the traditional identity and culture of an area. The purpose of the research in this article is to analyze the aesthetic experience process through the theoretical approach of 'recca' songkok in order to obtain a knowledge of the aesthetic art of songca recca ', using descriptive- qualitative scientific preparation methods, with literature review techniques based on several literatures that discuss regarding the object under study so as to produce the results of the analysis in the context of aesthetic experience. Keywords: Songkok recca’, Songkok to Bone, Bone, Sulawesi selatan, Tradisi 1. PENDAHULUAN Negara Indonesia adalah negara makmur negara yang terdiri dari banyak suku, bahasa dan seni budaya. Setiap daerah dari Sabang hingga Merauke memiliki keanekaragaman budaya; ini bisa dilihat dari musik, tarian, dan pakaian untuk kerajinan tangan yang dimiliki unik, khas dan khas filosofi yang menggambarkan masing-masing daerah. Bone adalah sebuah daerah di Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki tingkat kerajinan yang cukup tinggi. Dalam awal munculnya Songkok Reccaadalah merupakan bagian dari pakaian raja dan bangsawan di zaman kuno tetapi sekarang berkembang menjadi pelengkap pakaian Bugis yang bisa dikenakan, siapa pun. Songkok Reccakini menjadi sangat diperlukan bagian dari komunitas Bone. Budaya membedakan secara alami antara manusia dan binatang. Manusia tahu belajar hasil; pengetahuan diturunkan melalui bahasa. Bahasa adalah bagian dari agama (Duranti, 1997). Budaya juga bisa menjadi salah satu aset berharga yang bisa menjadi milik Negara pendapatan. Satu hal yang dapat bangkit adalah kerajinan tangan. Kualitas kerajinan di Kabupaten Bone seperti Songkok bisa bersaing dengan buatan luar negeri karena kerajinan tangan mempunyai perspektif yang mengandung budaya dan nilai-nilai warisan. Budaya adalah keseluruhan gagasan dan karya manusia, yang harus dibiasakan belajar, bersama dengan hasil keseluruhan dari pikiran dan tindakannya. Efek menguntungkan meliputi: nilai, norma, adat, lisan, dan sastra tertulis (Koentjaraningrat, 2004). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum publik telah menggunakan Songkok to Bone, tetapi tidak mengurangi nilai Songkok to Bone sendiri karena sejarah panjang yang dimiliki sehingga Songkok recca’ menjadi ikon untuk Kabupaten Bone, di sisi lain.Pembuatan Songkok Recca’ masih menggunakan teknik manual, untuk membuat songkok ini memiliki nilai unik. Namun demikian, di atas tidak