STTRI Teologi Integratif 2 : Ada Kebangkitan dan Kehidupan Kekal setelah Kematian(2 Makabe 7:1-42), Elny Gunawan 1 ADA KEBANGKITAN DAN KEHIDUPAN KEKAL SETELAH KEMATIAN” (2 Makabe 7:1-42) 1 I. Latar Belakang Kitab Makabe yang Kedua Kitab Makabe yang Kedua ditulis dan diterbitkan dalam bahasa Yunani, sedangkan kitab Makabe yang Pertama ditulis dalam bahasa Ibrani atau Aram. 1 Kitab 2 Makabe ini dipandang bukanlah sebuah karya asli, tetapi merupakan suatu ringkasan dari lima jilid tulisan sejarah Israel pada tahun 180-161 SM, yang disusun oleh salah satu Yason dari Sirene. Dalam 2 Makabe 2:9 dikatakan bahwa ringkasan ini berisi “Kisah tentang Yudas Makabe dan saudara- saudaranya, tentang pentahiran Bait Allah yang agung, dan pentahbisan mesbah, dan selanjutnya mengenai peperangan-peperangan melawan raja Antiokhus Epifanes dan melawan putranya Eupator, dan mengenai penampakan-penampakan surga…”. 2 Berdasarkan terminologi sumbar- sumbernya, bahasanya, gaya retorikanya, motifnya, strukturnya, dan tujuan psikagoginya, maka para ahli berpendapat bahwa Kitab Makabe adalah sebuah penyajian historiografi Helenistik yang luar biasa. 3 Kitab ini menceritakan sejarah terjadinya krisis Helenisasi di bawah pemerintahan Antiokhus IV, dan adanya keberhasilan gerakan perlawanan orang-orang Yahudi, serta restorasi cara hidup orang-orang Yahudi. Namun demikian, isi tulisan kitab 2 Makabe ini sangat berbeda dengan kitab 1 Makabe, baik dari sisi gaya penulisan, isi hingga penekanan teologisnya. 4 Kitab ini ditulis dengan gaya penulisan sejarah yang penuh penggunaan pathos 5 , yaitu gaya penuturan yang menggambarkan secara detail tentang siksaan yang mengerikan dan hukuman kejam yang dialami oleh orang- orang Yahudi, terutama ketika menghadirkan perasaan dari karakter yang dikisahkan (bandingkan 2 Makabe pasal 7 dengan pasal 9). Tampaknya, penulis sengaja menggunakan pathos yang dirancang untuk hiburan (2:25; 15:38-39), untuk menggerakkan imajinasi dan 1 Jan Christian Gertz, Angelika Berlejung, Konrad Schmid dan Markus Witte, Purwa Pustaka : Eksplorasi ke dalam Kitab-kitab Perjanjian Lama dan Deuterokanika, 853-855. Dalam kitab 1 Makabe terdapa banyak simitisme dan kesalahan terjemahan (1:1, 5, 16, 28-29, 36, 61; 2:29; 3:15; 4:19; 16:3; dan lainnya.). Kitab 1 Makabe adalah sebuah contoh dari penafsiran sejarah pro-kerajaan Hasmonea dalam samaran tulisan yang terang- terangan bersifat historis. 2 John J. Collins, Tafsir Deuterokanonika 5: Makabe I dan II. (Yogyakarta : Kanisius, 1990), 71. 3 Jan Christian Gertz, Angelika Berlejung, Konrad Schmid dan Markus Witte, Purwa Pustaka : Eksplorasi ke dalam Kitab-kitab Perjanjian Lama dan Deuterokanika. (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2017), 862. Psikagogi adalah memengaruhi pikiran atau jiwa seseorang. 4 David A. deSilva, Introducing the Apocrypha : Message, Context, and Significance. (Grand Rapid, Michigan: Baker Academic, 2002), 266. 5 George W. E. Nickelsburg, Jewish Literature between the Bible and the Mishnah. (Philadelphia : Fortress Press, 1981), 118. Pathos adalah penggunaan bahasa yang penuh dengan sensasional dan retrorika secara berlebihan, seperti susunan kalimat, laporan jumlah perhitungan yang dibesar-besarkan, adanya kata-kata makian kepada para lawan dan penguasa atas tindakan yang menganiaya Yahudi.