Tugas Mandiri Mahasiswa (Rudiansyah. 2019) I 1 Perilaku Satwa Liar Pada Kelas Burung (Aves) Rudiansyah 1 , Muhammad Radhi 1 1 Mahasiswa Program Studi Kehutanan. Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim, Jalan Almuslim, Matang Glumpang Dua, Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh 24261 Email: rudiansyahtkn9@gmail.com ABSTRAK Perilaku satwa liar merupakan gerak gerik satwa liar untuk memenuhi rangsangan dalam tubuhnya dengan memanfaatkan rangsangan yang diperoleh dari lingkungannya. Aves (burung) adalah kelompok hewan bertulang belakang (vertebrata) yang unik, karena sebagian besar aves merupakan binatang yang beradaptasi dengan kehidupan secara sempurna. perilaku makan adalah cara-cara individu dan kelompok individu memilih, mengkonsumsi dan menggunakan makanan-makanan yang tersedia, yang didasarkan kepada faktor-faktor sosial dimana individu tersebut hidup. Perilaku seksual adalah segala perilaku yang muncul karena adanya dorongan seksual atau kegiatan mendapatkan kesenangan organ seksual melalui berbagai perilaku dengan cara merangsang. Perilaku Khas adalah perilaku unik yang hanya dimiliki oleh individu tertentu, yang tidak dimiliki individu lainnya. Perilaku Pergerakan adalah perilaku yang dilakukan untuk mencari makan, berkembangbiak dan melindungi diri dari serangan predator/musuh. Tujuan pengamatan jurnal ini adalah untuk mengetahui perilaku harian burung (AVES) Rongkang, Elang, Kuau Raja, Jalak Bali dan Burung Bayan. Seperti Perilaku Makan, Seksual, Sosial, Khas, dan perilaku Pergerakannya. Kata kunci: Perilaku harian, Burung (Aves), IUCN 1. PENDAHULUAN Perilaku adalah serangkaian tindakan yang dibuat oleh individu, organisme, sistem, atau entitas buatan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri atau lingkungannya, yang mencakup sistem atau organisme lain di sekitarnya serta lingkungan fisik (mati). Perilaku satwa liar merupakan gerak gerik satwa liar untuk memenuhi rangsangan dalam tubuhnya dengan memanfaatkan rangsangan yang diperoleh dari lingkungannya. Populasi aves yang termasuk satwa liar memiliki potensi penurunan populasi akibat kehilangan habitat, perburuan, perdagangan liar oleh tingginya harga dan permintaan pasar (Akmal et al., 2019) Ilmu yang mempelajari perilaku satwa disebut etologi. Etologi adalah studi ilmiah dan objektif tentang perilaku hewan, biasanya dengan fokus pada perilaku dalam kondisi alam, dan melihat perilaku sebagai sifat adaptif evolusioner. Etologi biasaya tertarik pada proses perilaku pada kelompok satwa tertentu dan sering mempelajari satu jenis perilaku, seperti pergerakan, makan, seksual, khas dan sosial. Perilaku juga di pelajari didalam penangkaran untuk dapat mngamati secara langsung. Penangkaran adalah upaya untuk menjaga populasi yang terancam punah (Akmal et al., 2015). Aves (burung) adalah kelompok hewan bertulang belakang (vertebrata) yang unik, karena sebagian besar aves merupakan binatang yang beradaptasi dengan kehidupan secara sempurna. Walaupun semua aves ditutupi bulu, akan tetapi jenis tertentu seperti burung unta, burung emu atau kiwi tidak dapat terbang. Bahkan ada jenis burung tertentu yang tidak memiliki sayap. Aves adalah hewan berdarah panas sama seperti mamalia, aves berkembang biak dengan ovipar (bertelur). Sebagian mereka hidup menetap, dan ada juga yang hidup berpindah tempat (migrasi). Burung merupakan komponen ekosistem yang memiliki peranan penting dalam mendukung berlangsungnya suatu siklus kehidupan organisme. Keadaan ini dapat dilihat dari rantai makanan dan jaring-jaring kehidupan yang membentuk sistem kehidupannya dengan komponen ekosistem lainnya seperti tumbuhan dan serangga. Manfaat burung antara lain adalah peran ekologisnya yang secara jelas dapat dilihat dan dirasakan langsung. Peran tersebut adalah seperti membantu penyerbukan bunga (burung sesap madu), pemakan hama (burung pemakan serangga atau tikus) dan penyangga ekosistem (terutama jenis burung pemangsa). Fungsi utama burung disuatu lingkungan adalah pengontrol serangga sebagai hama. Saat ini satwa liar memiliki nilai ekonomis yang tinggi sehingga terjadinya perburuan liar semakin meningkat, sehingga dugaan populasi satwa liar berkurang secara dramatis dari tahun ke tahun (Akmal et al., 2014a). Burung juga memiliki nilai ekonomis tinggi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan (daging, telur, sarang),