Prosiding INSAHP5 Semarang, 14 Mei 2008 @ Teknik lndustri UNDIP ISBN : 97 8-979-97 57 l-4-2 Anulytical Hierarchy Process Sebagai Model yang Luwes Hastarini Dwi Atmantir l. Dosen Jurusan EP FE LINDIP Kontak Person: Hastarini Dwi Atmantir Jurusan EP FE UNDIP Semarang Abstract The Analytic Hierarchy Process (AHP) is a structured technique for helping people deal with complex decisions. Rather than prescribing a "coruect" decision, the AHP helps people to determine one. Based on mathematics and human psychologt, it was developed by Thomas L. Saaty in the 1970s and has been extensively studied and refined since then. The AHP provides a comprehensive and rational framework for structuring a problem, for representing and quantifuing its elements, for relating those elements to overall goals, and for evaluating alternative solutions. It is used throughout the world in a wide varietl. of decision situations, in fields such as government, business, industry, healthcsre, and education. Key words : The Analytic Hierarchy Process (AHP) l SEJARAII AHP dikembangkan oleh Thomas Saaty pada tahun l970an. AHP merupakan sistem pembuat keputusan dengan menggunakan model matematis. AHP membantu dalam menentukan prioritas dari beberapa kriteria dengan melakukan analisa perbandingan berpasangan dari masing-masing kriteria. 2 KEUNTUNGAN AHP AHP adalah suatu model yang luwes yang memberikan kesempatan bagi perorangan atau kelompok untuk membangun gagasan-gggasan dan mendefinisik'an persoalan dengan cara membuat asurnsi mereka masing-masing dan memperoleh pemecahan yang diinginkan darinya. Berbagai keuntungan AHP menurut Saaty (1993) adalah : l. Kesatuan : AIIP memberi satu model tunggal yang mudah dimengerti, luwes untuk aneka ragam persoalan terstruktur. 2. Kompleksitas : AHP memadukan ancangan berdasarkan sistem dalam memecahkan persoalan kompleks. 3. Saling ketergantungan : AHP dapat menangani saling ketergantungan elemen-elemen dalam suatu sistem dan tidak memaksakan pemikiran linier. 4. Penyusunan hierarki : AHP mencerminkan kecenderungan alamai pikiran untuk memilah- milah elemen-elemen suatu sistem dalam berbagai tingkat berlainan dan mengelompokkan unsur yang serupa dalam setiap tingkat. 5. Pengukuran : AHP memberi suatu skala untuk mengukur hal-hal dan tanwujud suatu metode untuk menetapkan priioritas. 6. Konsistensi : AHP melacak konsistensi logis dari pertimbangan-pertimbangan yang digunakan dalam menetapkan berbagai prioritas. 7. Sintesis : AHP menuntun ke suatu taksiran menyeluruh tentang kebaikan setiap alternatif. c 17- l