HUBUNGAN BAPA, PUTRA DAN ROH KUDUS MENURUT KITAB SUCI PERJANJIAN BARU Oleh: Fransiskus Pala, (FT: 3975) Pengantar. Yesus Kristus adalah Gambaran diri Allah yang kelihatan. Oleh karena itu, karya penyelamatan Yesus hanya dapat dipahami melalui kesatuan yang utuh antara Allah, diri-Nya dan Roh Kudus. Ketiganya berada dalam kesatuan namun tidak tercampur satu sama lain. Tulisan selanjutnya akan mengulas hubungan antara Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus berdasarkan kesaksian Perjanjian Baru. 1. Hubungan Bapa, Putra dan Roh Kudus dalam Injil Sinoptik Ayat-ayat dalam Sinoptik secara eksplisit tidak mempresentasikan Allah sebagai Trinitas. Melainkan konsep Tirnitas merupakan hasil dari Konsili-konsili awal. Dalam Perjanjian Baru paham Trinitas mengarah pada hubungan relasional antara Bapa dengan Putra, Bapa dengan Roh Kudus dan Putra dengan Roh Kudus. Dalam sinoptik kesatuan ke-Allahan digambarkan bahwa Yesus adalah Allah. Ia sama dengan Allah. Itulah sebabnya Ia disebut: “Anak Allah yang hidup” ( Matius 16:16; Markus 1:1; Lukas 1:35). Matius menuliskan bahwa Yesus Kristus adalah Imanuel yang diartikan “Allah menyertai kita” (Matius 1:21-23). Hubungan Bapa, Putra dan Roh Kudus dapat dilihat pada pernyataan Yesus Kristus sendiri yaitu Roh Tuhan ada pada-Nya dan telah mengurapi-Nya dalam menjalankan misi penyelamatan dunia (Lukas 4:16). Artinya Roh Allah menyertai Yesus. Ketika Yesus dibaptis di sungai Yordan, Bapa memperdengarkan suara-Nya: “Inilah AnakKu yang kukasihi,” dan Roh kudus datang kepada Yesus (Matius 3:14-17). Inilah gambaran Bapa, Anak, dan Roh Kudus eksis dalam keabadian atau kekekalan sebagai Allah relasional, yang saling mengasihi. 2. Hubungan Bapa, Putra dan Roh Kudus dalam Yohanes. Dalam Injil Yohanes hubungan antara Bapa, Putera dan Roh kudus dapat dilihat dalam korelasi sebagai berikut, bahwa Alkitab menyebut Yesus adalah allah. Yesus Kristus yang adalah Firman atau Logos, adalah Allah (Yoh 1:1-3). Lebih lanjut dalam Yohanes 6:27, Yesus kristus menyebut Bapa, “Allah.” Ia menyebutkan bahwa Bapa-Nya itu “Allah”. Yohanes 6:29, mengisahkan juga bahwa Yesus berkata seharusnya orang-orang Yahudi saat itu percaya kepada Dia (Yesus) yang telah diutus