FENOMENA PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA (Studi Kasus di Kabupaten Kudus Jawa Tengah) M. Saekan Muchith Abstrak Pendidikan Islam merupakan sesuatu yang menarik dicermati. Pendidikan Islam memiliki keunikan baik dilihat dari makna, materi maupun orientasi tujuannya. Secara umum pendidikan Islam memiliki tujuan membina atau melatih peserta didik (masyarakat) agar memiliki karakter, sikap atau mental sesuai dengan nilai nilai agama Islam. Proses pendidikan Islam akan selalu sejalan dan seirama dengan dinamika atau kondisi masing masing wilayah. Oleh sebab itu fenomena pendidikan Islam akan memiliki variasi sesuai dengan karakteristik masing masing wilayah. Kabupaten Kudus terkenal dengan Kabupaten yang memiliki banyak sebutan, diantaranya, dari perspektif ilmu antropologi, kudus dibagi dengan dua wilayah yaitu Kudus wetan (timur) dan Kudus kulon (barat). Kudus wetan (timur) masyarakatnya dikenal memiliki karakteristik terbuka, dan kurang memiliki komitmen terhadap nilai nilai ke Islaman (santri), sedangkan kudus kolun (barat) dikenal masyarakat yang memiliki karakteristik wirausaha dan santri. Dilihat dari perspektif ilmu sosial, Kudus dikenal dengan kota Industri, karena banyakanya perusahaan yang berdiri di antaranya Pabrik Rokok Djarum, Pabrik Pencetakan kertas Pura barutama, Perusahaan Polytron (pabrik elektronik), pabrik produksi makanan khas kudus Jenang Mubarok (atau dikenal jenang 33).masih banyak lagi pabrik rokok kecil lainnya. Dilihat dari perspektif Islam, Kudus dikenal sebagai kota santri, kota qur’an, karena mayoritas masyarakatnya beragama Islam dan memiliki komitmen tinggi terhadap pendidikan sistem pesantren. Dikatakan kota qur’an karena di Kudus terdapat pondok pesantren tahfid, yang berkembang secara pesat dan santrinya tidak hanya dari wilayah Jawa Tengah dan Indonesia tetapi juga ada dari luar negeri. Pendidikan Islam di Kabupaten Kudus dari aspek filosofis dipengaruhi oleh falsafah kehidupannya tokoh penyebar Islam pertama yaitu Sunan Kudus dan Sunan Muria, dimana pendidikan Islam lebih menekankan pentingnya pembelajaran pluralisme dan toleransi diantara tidak hanya antar suku, kelompok dan golongan tetapi juga harus melakukan toleransi antar agama. Produk pendidikan Islam di Kudus memiliki karakter yang lebih banyak dipengaruhi oleh karakteristik Sunan Kudus dan Sunan Muria, yaitu kuatnya jiwa independensi, tidak mudah dipengaruhi pihak pihak lain dalam mengambil keputusan. Hal ini dapat dilihat sikap masyaraakt Kudus dalam memilih pendidikan, lebih senang mensekolahkan anaknya di sekolah swasta Islam dari pada sekolah negeri atau sekolah swasta umum. Dalam konteks sikap politik, masyarakat Kudus tidak mau dipengaruhi atau diatur oleh tokoh agama/kiai dalam menentukan pilihan politiknya, Oleh sebaba itu posisi kiai/tokoh agama/pengasuh pesantren tidak mampu mengkondisikan santrinya atau masyarakat dalam mengarahkan pilihan politik pada saat pemilihan umum tingkat nasional maupun pemilihan umum diwilayah propinsi atau Kabupaten. Kata Kunci : Pendidikan Islam, Santri, Sunan Kudus, Sunan Muria Penulis adalah Dosen Pada IAIN Kudus, Peneliti Pada yayasan tasamuh Indonesia mengabdi (TIME) Kudus Jawa Tengah