Sehat Mental di Media Sosial Details Written by Fatahil Alim Triandy dan Gita Widya Laksmini Soerjoatmodjo Category: Vol. 5 No. 24 Desember 2019 (/index.php/daftar-artikel) Published: 28 December 2019 ISSN 2477-1686 Vol.5 No. 24 Desember 2019 Sehat Mental di Media Sosial Oleh Fatahil Alim Triandy dan Gita Widya Laksmini Soerjoatmodjo Mahasiswa dan Dosen Program Studi Psikologi Fakultas Humaniora dan Bisnis Universitas Pembangunan Jaya Tanggal 10 Oktober diperingati menjadi Hari Kesehatan Mental Sedunia atau World Mental Health Day (Aryani, 2019). Penting untuk mengingat hari ini karena diketahui bahwa satu dari sepuluh anak-anak dan remaja didiagnosis mengalami gangguan mental (Leslie, Newman, Chesney, & Perrin, 2005 dalam Papalia, et al., 2009). Membicarakan remaja, kita tak bisa melepaskan diri dari isu media sosial. Apa saja isu media sosial yang relevan dengan konteks remaja? Berikut beberapa hal di antaranya: Fokus berlebihan pada penampilan fisik merupakan salah satu isu remaja dan media sosial. Putri (2018) mengutip penelitian dari University of Cambridge, terutama pada persepsi tubuh alias body goals, yang bisa sampai mengakibatkan gangguan tidur karena membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain. Dengan membanding-bandingkan diri kita pada orang lain secara berlebihan dapat mengacaukan hal-hal tersebut dan membuat kita merasa tak pernah cukup. Tak heran instagram sampai disebut sebagai media sosial paling berbahaya bagi kesehatan mental anak muda. Jika tidak hati-hati, maka rasa tidak aman terhadap body image atau dapat berkembang sampai menjadi Body Dysmorphic Disorder (BDD).