Prodi Manajemen FEB UNISNU Jepara 2017 ANALISIS PENGARUH INFLASI, KURS RUPIAH DAN BI RATE TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN PERIODE 2009-2016 Umar Farouk 1 , Anna Widiastuti 2 1 Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara E-mail: umarfarouk.id@gmail.com ABSTRAK IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) merupakan suatu cerminan atas perubahan maupun pergerakan harga-harga saham perusahaan yang telah listed di BEI. Terdapat beberapa indikasi yang dapat menjadi tolok ukur dalam mempengaruhi IHSG, salah satunya makro ekonomi. Pada penelitian ini faktor makro ekonomi yang digunakan adalah inflasi, kurs rupiah dan BI rate. Data pada penelitian ini adalah publikasi bulanan dari setiap variabel dependen dan independen. Pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampling jenuh dan diperoleh sampel sebanyak 96 data dalam satuan bulan selama periode 2009-2016. Data yang digunakan bersifat data sekunder dengan metode pengumpulan data dokumentasi, studi pustaka dan internet. Metode analisis yang digunakan adalah regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial inflasi tidak memberi pengaruh terhadap IHSG, selanjutnya kurs rupiah memberi efek negatif dan signifikan terhadap IHSG dan BI rate tidak memberi pengaruh terhadap IHSG. Sedangkan secara simultan IHSG merespon adanya pengaruh positif dan signifikan dari inflasi, kurs rupiah dan BI rate. Kata kunci: Indeks Harga Saham Gabungan , makro ekonomi, inflasi, kurs rupiah, BI rate ABSTRACT The IDX (Indonesia Stock Exchange) composite index is a reflection of the change and movement of stock price by companies that have been listed on the Indonesia Stock Exchange. There are several an indications that can be a measure to influence the composite, one of them of macroeconomic. In this paper the macroeconomoic factors used is inflation, exchange rate and BI rate. Data on this paper is publication monthly of each dependent variable and independent. The sample used in this paper was sampling saturated (sensus) and obtained samples from 96 data in a unit of month during the period 2009-2016. The data used is secondary data with data collection method on documentation, literature study and internet. The method of analysis that used is of multiple regression. The result of this paper shows that on partial inflation is not make a difference to the composite, next exchange rate give negative effect and significant impact on the composite and BI rate does not make a difference to the composite. While simultaneously IDX coposite index respond to the a positive influence and significant of inflation, rupiah and BI rate. Keywords: IDX composite index, macroeconomic, inflation, exchange rate, BI rate 1. PENDAHULUAN Pasar modal merupakan tempat berkumpulnya para penyedia dana (investor) dan emiten di pertemukan, dimana dalam hal ini pihak kekurangan dana (emiten) menawarkan sekuritas untuk di jual ke pihak kelebihan dana (Tandelilin, 2010:26). Bursa Efek Indonesia telah berhasil mencatatkan sebanyak 536 perusahaan yang telah listed pada tahun 2016, hal itu menunjukan eksistensi pasar modal Indonesia di percaya bahwa pasar modal Indonesia akan memberi feedback bagi pelaku pasar modal. Terciptanya pasar modal merupakan hal yang sangat menguntungkan bagi para emiten maupun masayarakat yang kelebihan dana, karena menurut tujuan dan fungsi dari pasar modal sebagai alat restrukturisasi modal perusahaan, alat untuk melakukan divestasi, meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta memberi kesempatan pada masyarakat untuk ikut merasakan laba dari perusahaan. Terdapat beberapa jenis instrumen investasi yang di tawarkan di pasar modal, salah satunya yang sangat populer untuk para investor adalah saham, saham merupakan