Analisis Arkel Kesantunan Berbahasa Siswa dalam Berdiskusi dan Arkel Kesantunan Berbahasa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Bilingual 1. Permasalahan Arkel Kesantunan Berbahasa Siswa dalam Berdiskusi Permasalahan dalam penelian tersebut adalah pelanggaran prinsip kesantunan sering terjadi dalam komunikasi antarindividu, baik dalam ranah formal maupun nonformal. Salah satu bentuk komunikasi formal terdapat di sekolah. Sekolah memiliki peran penng dalam menciptakan dan membentuk kesantunan berbahasa siswa. Siswa yang berbahasa dak santun akan berakibat pada generasi berikutnya, yakni generasi yang kasar, minim nilai eka, dan dak berkarakter. Arkel Kesantunan Berbahasa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Bilingual Permasalahan dalam penelian tersebut adalah Kesantunan perlu diterapkan dak hanya di lingkungan keluarga atau lingkungan tempat nggal, tetapi juga harus diterapkan dalam lingkungan sekolah, khususnya dalam proses interaksi siswa dan guru di dalam kelas. Dewasa ini, penerapan kesantunan mulai pudar. Hal tersebut disebabkan oleh pengaruh budaya luar dan arus informasi di berbagai media. Komunikasi manusia akan berjalan baik bila peserta tutur memperhakan prinsip-prinsip kesantunan agar tuturan dapat diterima oleh mitra tutur dan dak menimbulkan kesan yang dak santun. 2. Metode yang digunakan Arkel Kesantunan Berbahasa Siswa dalam Berdiskusi Metode yang digunakan ialah metode penelian deskripf kualitaf dengan pendekatan sosiopragmak. Data penelian yang digunakan berupa tuturan siswa dalam kelas bahasa Indonesia. Sumber data merupakan tuturan siswa dalam interaksi kelas X IPA 3 SMA Negeri 1 Surakarta, Jawa Tengah, yang terdiri atas 34 siswa. Data berupa tuturan siswa saat kegiatan diskusi berlangsung. Teknik pengumpulan data melalui teknik simak, teknik catat, wawancara, dan observasi langsung. Teknik uji validitas data menggunakan triangulasi teori dan triangulasi sumber. Arkel Kesantunan Berbahasa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Bilingual Metode yang digunakan dalam penelian tersebut adalah metode deskripf kualilaf. Data yang diperoleh dalam penelian tersebut berupa data ndak tutur yang dikumpulkan dari lapangan. Data berupa catatan dan rekaman yang disampaikan guru dan siswa dalam interaksi pembelajaran di SMA Al Abidin