JOM Vol. 2 No. 2, Oktober 2015 1372 EFEKTIVITAS TERAPI MUROTTAL AL-QUR’AN TERHADAP INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF Rahma Yana 1 , SriUtami 2 , Safri 3 Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Riau Email : yianarahmayana@gmail.com Abstract Pain during childbirth is a physiologic condition. Labor pain can be treated by using pharmacologically and nonpharmacologically theraphy. One of the non-pharmacologically theraphy that can be used to reduce labor pain is Murottal Al-Qur’an. This study aimed to find the effectiveness of murrotal Al-Qur’an theraphy on the labor pain intensity at the first stage of active phase. This study used Quasy experiment research design with non-equivalent control group design. The research samples were 30 respondent which were divided into experiment group and control group. The research was done on maternal mother on her first stage of active phase in Petala Bumi Regional Public Hospital. The amount of sample were 30 people which were choosen using purposive sampling technique while keeping the inclusion criteria on mind. The measurement instrument used was NRS (Numeric rating scale). The analyses used were univariate and bivariate analysis using independent sample T test and dependent sample T test. The result of of the study showed that the average labor pain intensity after murottal Al-Qur’an theraphy was given to the experiment group was 6,40 and on the control group which was not given murottal Al-Qur’an theraphy was 7,40. The statistical result was p value (0,018) < α (0,05), therefore it can be concluded that murottal Al-Qur’an theraphy is effective to lower labor pain intensity at the first stage of active phase and it is recommended to become the intervention when treating labor pain. Keywords: Murottal Al-Qur’an, pain of labor PENDAHULUAN Nyeri persalinan merupakan suatu kondisi yang fisiologis. Keadaan tersebut merupakan perasaan yang tidak menyenangkan yang terjadi selama proses persalinan. Nyeri persalinan mulai timbul pada persalinan kala I fase laten dan fase aktif. Makin lama nyeri yang dirasakan akan bertambah kuat, puncak nyeri terjadi pada fase aktif, dimana pembukaan lengkap sampai 10 cm. Intensitas nyeri selama persalinan akan mempengaruhi kondisi psikologis ibu, proses persalinan dan kesejahteraan janin (Potter & Perry, 2005). Nyeri persalinan dapat menimbulkan stres yang menyebabkan pelepasan hormon yang berlebihan seperti katekolamin dan steroid. Hormon ini dapat menyebabkan terjadinya ketegangan otot polos dan vasokontriksi pembuluh darah. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan kontraksi uterus, penurunan sirkulasi uteroplasenta, pengurangan aliran darah dan oksigen ke uterus, serta timbulnya iskemia uterus yang membuat impuls nyeri bertambah banyak. nyeri persalinan juga dapat menyebabkan timbulnya hiperventilasi sehingga kebutuhan oksigen meningkat, kenaikan tekanan darah, dan berkurangnya motilitas usus serta vesika urinaria. Keadaan ini akan merangsang peningkatan katekolamin yang dapat menyebabkan gangguan pada kekuatan kontraksi uterus sehingga terjadi inersia uteri yang dapat berakibat kematian ibu saat melahirkan (Sumarah, 2009). Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Pusdatin Jakarta, jumlah ibu bersalin atau nifas di Indonesia pada tahun 2011 sebanyak 4.975.636 jiwa. Menurut data Dinkes Kota Pekanbaru, jumlah ibu bersalin pada bulan Desember 2013 sebanyak 22.934 ibu bersalin. Menurut SDKI Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia mencapai 359 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2012, ini mengalami peningkatan dibanding tahun 2007 sebesar 228 per 100.000 kelahiran hidup. Angka Kematian Ibu (AKI) di Provinsi Riau pada tahun 2013 sebesar 118, ini terjadi