1 PENGANTAR KITAB YAKOBUS Demsy Jura Universitas Kristen Indonesia Program Studi Doktor Pendidikan Agama Kristen demsy.jura@uki.ac.id Salah satu kitab yang terdapat dalam Alkitab; khususnya dalam Perjanjian Baru adalah kitab Yakobus, dimana kitab ini sempat menjadi pokok pembicaraan hangat dikalangan theolog Kristen berkaitan dengan keabsahannya. Informasi mengenai hal ini akan terungkap ketika seseorang melakukan kajian khusus mengenai kitab Yakobus., dan haruslah diakui bahwa dari beberapa kitab yang ada dalam Alkitab, nyata sekali kitab Yakobus menjadi salah satu kitab yang menjadi pokok perbincangan yang cukup serius; berkaitan dengan keabsahan kitab ini. Apakah kitab ini bisa atau tidak masuk dalam bagian dari Alkitab yang telah di- terima kanonisasi 1 pada masa gereja mula-mula. Kenyataan bahwa kitab Yakobus masih tetap diperdebatkan keberadaannya oleh beberapa pihak merupakan hal yang tidak terabaikan dalam sejarah Alkitab. Pada tahun 70, ada sejumlah kitab dalam Alkitab yang diperdebatkan sehingga tidak nampak dalam beberapa versi terjemahan Alkitab. Beberapa kitab yang di- maksud diantaranya adalah: kitab Yakobus, kitab Ibrani, kitab 1 Petrus dan kitab 2 Petrus; kitab-kitab tersebut tidak tercantum dalam beberapa terjemahan Alkitab. Kitab-kitab tersebut diatas dianggap tidak memenuhi persyaratan kanonisasi. Akibatnya kitab-kitab yang dimaksud tidak tercantum dalam beberapa versi Alkitab, diantaranya pada direktori Fragmen Muratorian 2 dan juga pada versi Alkitab lainnya, yaitu terjemahan Alkitab The Old Latin 3 bahkan dengan nyata bahwa kitab Yakobus tidak termasuk dalam kelompok kitab tersebut; padahal terjemahan-terjemahan itu merupakan terjemahan yang diakui sebagai kitab suci dengan memiliki otoritas ilahi didalamnya. Tentunya keadaan tersebut membuat para ahli memikirkan kitab Yakobus sebagai salah satu kitab yang menjadi bahan pembicaraan serius karena aspek 1 Kanonisasi merupakan suatu proses dimana kitab-kitab yang dianggap memenuhi kriteria diterima. Secara historis, istilah kanon itu sendiri menunjuk bagaimana suatu kitab dianggap me- miliki norma dan otoritas bagi iman dan kehidupan gereja. Proses pengkanonan ini dilakukan oleh puluhan ahli kitab suci dan juga ahli bahasa yang dengan teliti dan secara serius memilah-milah banyak tulisan yang dianggap suci untuk menemukan kitab-kitab yang benar-benar diwahyukan Allah untuk kemudian dijadikan satu dengan pertimbangan bahwa: Kitab tersebut ditulis atau di- sahkan oleh para nabi atau rasul, Kitab tersebut diakui otoritasnya di kalangan gereja mula-mula, dan Kitab tersebut mengajarkan hal yang selaras dengan kitab-kitab lainnya yang jelas termasuk dalam kanon. 2 Fragmen Muratorian atau The Muratorian fragment, yang juga dikenal sebagai The Muration Canonatau Canon Muratori merupakan naskah bahasa Latin dari abad ke-7 terjilid dalam sebuah codex bertanggal abad ke-7 atau ke-8 yang diduga berasal dari perpustakaan biara Columban di Bobbio, namun naskah yang merupakan terjemahan dari manuskrip bahasa Yunani yang ditulis sekitar tahun 170 M itu dalam kondisi rusak. sehingga menyulitkan para ahli untuk menyelidikinya lebih lanjut. Dalam The Muration Canon, semua kitab dalam Perjanjian Baru tercatat, kecuali kitab Ibrani, Yakobus, 1 Petrus dan 2 Petrus. 3 The Old Latin merupakan sebuah terjemahan Alkitab Perjanjian Baru sebelum tahun 200M, dan dikenal sebagai Alkitab Gereja Barat. Dalam The Old Latin, semua kitab Perjanjian Baru ter- cantum didalamnya; kecuali kitab kecuali Ibrani, Yakobus, 1 Petrus dan 2 Petrus. Hal tersebut sama dengan The Muration Canon.