RISENOLOGI KPM UNJ Vol. 4 Edisi 2, Desember 2019 8 KARAKTERISASI BIOPLASTIK DARI RUMPUT LAUT (EUCHEUMA COTTONII) DAN PATI SINGKONG DENGAN PENAMBAHAN PATI BIJI ALPUKAT Gracia Ramadhani Putri Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta email: graciaramadhani17@gmail.com Abstract The increasing use of plastics in everyday life results in environmental pollution. Synthetic plastic is difficult to be degraded in nature, so we need the main material for making environmentally friendly plastics. This research was conducted to synthesize seaweed-based biodegradable plastic (Eucheuma cottonii) mixed with cassava starch and polysaccharides derived from various tropical fruit seeds that are widely available in Indonesia such as avocado and durian with a composition ratio of 3:8:1. Characterization carried out included functional group analysis with FTIR, mechanical properties (tensile strength) and biodegradability. Key words : biodegradable, bioplastic, FT-IR, starch, seaweed, tensile strength. 1. PENDAHULUAN Plastik adalah polimer sintetis yang tersusun atas monomer-monomer yang saling terikat atau berhubungan satu dengan yang lainnya. Plastik bersifat kuat, ringan, dan praktis sehingga dapat digunakan sebagai bahan pengemas baik makanan ataupun lainnya. Kebutuhan akan plastik sangat besar sehingga memicu permasalahan lingkungan di dunia terutama di Indonesia berupa sampah plastik. Di Indonesia, menurut data statistik persampahan domestik Indonesia, jenis sampah plastik menduduki peringkat kedua sebesar 5,4 juta ton per tahun atau 14% dari total produksi sampah. Berdasarkan hal tersebut, salah satu solusi terbaik untuk mengatasi pencemaran lingkungan akibat sampah plastik adalah dengan membuat plastik biodegradable (bioplastik). Bioplastik merupakan plastik yang seluruh atau hampir seluruh komponennya berasal dari bahan baku yang dapat diperbaharui. Bioplastik mempunyai sifat ramah lingkungan karena sifatnya yang dapat kembali ke alam. Bioplastik dirancang untuk memudahkan proses degradasi terhadap reaksi enzimatis mikroorganisme pengurai seperti bakteri dan jamur. Salah satu bahan yang dapat digunakan dalam pembuatan bioplastik adalah pati. Pati merupakan polisakarida yang serbaguna dan melimpah di bumi. Pati dapat diubah menggunakan teknologi yang ada, jumlahnya melimpah dan murah (A. Ali, 2008). Pada penelitian ini digunakan sumber pati yang berasal dari biji alpukat dan pati singkong sebagai bahan dasar bioplastik. Menurut Winarti (2006) biji alpukat mengandung pati sebesar 80,1% dengan kadar amilosa 43,3% dan amilopektin 36,8%. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Muhammad Afif (2018) yang berjudul “Pembuatan dan Karakterisasi Bioplastik dari Pati Biji Alpukat-Kitosan dengan Plasticizer Sorbitolmenunjukkan bioplastik dengan karakteristik sifat mekanik pada variasi rasio massa pati biji alpukat : kitosan didapatkan pada formula 3:2 dengan nilai kuat tarik 6,40MPa, elongasi 6,87%, elastisitas 0,93 MPa dengan daya serap air 120,86% pada suhu 26°C dan 127,32% pada suhu 50°C. Hasil bioplastik dengan karakteristik sifat mekanik terbaik pada variasi sorbitol didapatkan pada penambahan sorbitol 3 mL dengan nilai kuat tarik 2,28 MPa, elongasi 17,58%, elastisitas 0,13 MPa, dengan daya serap air 88,23% pada suhu 26°C dan 87,39% pada suhu 50°C serta persen degradasi sebesar 41,35%.