47 KEBUTUHAN EKONOMI DAN KAITANNYA DENGAN PERCERAIAN (STUDI ATAS CERAI GUGAT DI PENGADILAN AGAMA AMBON) Husin Anang Kabalmay Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Ambon Email: anangkabalmay@gmail.com ABSTRACT One major problem often encountered husband and wife, is the economic needs of the household. The husband's inability meet the needs of the economy will lead to marital disharmony easily trigger a divorce. So the data in the Religious Ambon showed that the biggest factors causing disharmony divorce is closely related also to the economic problems. In that regard the divorce rate in the Religious Ambon predominantly ethnic immigrants from outside the Moluccas. While the divorce rate is relatively low indigenous population, which caused still strengthening kinship, kinship solidarity and local wisdom. In addition, my wife looked at divorce divorce for reasons of economic pressures, as an irresponsible husband, greeting quantity divorce from husband would hamper meet daily needs; and lazy husband who works a dishonorable act. Keywords: economic needs, contested divorce ABSTRAK Salah satu masalah utama yang sering dihadapi suami istri, adalah kebutuhan ekonomi dalam rumah tangga. Ketidakmampuan suami memenuhi kebutuhan ekonomi itu akan menyebabkan ketidakharmonisan suami istri yang mudah memicu terjadinya perceraian. Sehingga data di Pengadilan Agama Ambon menunjukkan, bahwa faktor penyebab terbesar perceraian adalah ketidakharmonisan yang erat kaitannya juga dengan masalah ekonomi. Dalam kaitan itu angka perceraian di Pengadilan Agama Ambon didominasi etnis pendatang dari luar Maluku. Sedangkan angka perceraian penduduk pribumi tergolong rendah, yang disebabkan masih menguatnya kekerabatan, solidaritas kekeluargaan dan kearifan lokal. Di samping itu istri memandang cerai talak karena alasan tekanan ekonomi, sebagai suami yang tak bertanggungjawab, kuantitas ucapan cerai dari suami akan menghambat memenuhi kebutuhan sehari-hari; serta suami yang malas bekerja merupakan tindakan tak terhormat. Kata kunci: kebutuhan ekonomi, cerai gugat PENDAHULUAN Menurut Islam perkawinan merupakan salah satu sunnah Rasulullah saw, sehingga merupakan bagian dari ibadah dan bersifat sakral. Perkawinan merupakan perpaduan instink manusiawi antara pria dan perempuan dalam rangka mewujudkan keluarga yang bahagia, sakinah mawaddah dan rahmah. Keluarga sakinah, mawaddah dan rahmah merupakan suatu model atau performance keluarga yang didambakan setiap insan. Perkawinan merupakan awal hidup bersama dalam suatu ikatan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan dengan