Jurnal Pertambangan JP. Vol.. No..Bulan..Tahun.. ISSN 2549-1008 https://ejournal.unsri.ac.id/index.php/mining ABSTRACT STRATEGI OPTIMASI LERENG FINAL TAMBANG TERBUKA DENGAN METODE SIMULASI BACKFILLING OPEN PIT FINAL SLOPE OPTIMIZATION STRATEGY WITH BACKFILLING SIMULATION METHOD MT. Toha 1 , Bochori 2 AS. Putera 3 , 1-3 Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya Jalan Raya Palembang-Prabumulih Km 32 Inderalaya Sumatera Selatan, Indonesia e-mail:, 1 taufik_toha@yahoo.com, 2 bochori@yahoo.com, 3 awang.saptian@gmail.com ABSTRAK Pemilihan besar parameter geometri lereng tambang terbuka mempengaruhi nilai faktor keamanan (FK) lereng final. Parameter geometri lereng terdiri dari lebar, tinggi, dan sudut kemiringan lereng. Semakin besar lebar lereng semakin tinggi nilai faktor keamanan (FK) lereng. Semakin kecil lebar lereng maka semakin kecil area overburden yang perlu dikupas sehingga hasil penambangan lebih efisien. Faktor keamanan lereng dapat dianggap aman bila FK > 1,25, FK = 1 - 2,5 lereng kritis, FK < 1 berpotensi besar longsor. Penelitian bertujuan mendapatkan teknis optimasi dengan lebar lereng lebih kecil namun dengan nilai faktor keamanan yang aman dengan pendekatan simulasi lereng backfilling. Studi kasus penelitian dilakukan di tambang batubara Site TSBC, PT Bukit Asam Tbk., Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Penambangan dilakukan dengan peralatan shovel and trucks. Metode penguraian material dengan peledakan dan ripping. Geometri lereng final direncanakan dengan parameter lebar berm 15 m, tinggi 8 m, dan sudut kemiringan lereng 45°. Pengolahan data dilakukan menggunakan perangkat lunak minescape 5.7, rocscience slide 6.0, AutoCAD 2014. Estimasi total menunjukkan luasan area penghematan antara lereng final berm 10 dan 15 sebesar 8,79%. Perhitungan nilai FK dilakukan pada section A1 lowwall utara, B2 sidewall timur, dan C1 sidewall barat. Hasil perhitungan menunjukkan, section A1 berm 10 dan 15 memiliki nilai FK < 1,25. Sedangkan section B2 dan C1 antara berm 10 dan 15, FK > 1,25. FK > 1,25 berada pada ketinggian backfilling 48 muntuk keadaan statik, dan 72 m untuk keadaan pseudo-statik. Kata-kata kunci: optimasi, faktor keamanan, lereng, backfilling Selection of geometry parameters of open pit slopes affects the value of the final slope safety factor (FK). The geometry parameters of the slope consist of width, height, and slope angle. The greater the width of the slope the higher the value of the safety factor (FK) of the slope. The smaller the width of the slope, the smaller the area of overburden that needs to be peeled so that mining results are more efficient. The slope safety factor can be considered safe if FK> 1.25, FK = 1 - 2.5 critical slopes, FK <1 has a high potential for landslides. The aim of this research is to get technical optimization with a smaller slope width but with a safe safety factor value with a backfilling slope simulation approach. Case study research was conducted at the TSBC Site coal mine, PT Bukit Asam Tbk., Muara Enim Regency, South Sumatra Province. Mining is done with shovel and trucks equipment. Material decomposition method by blasting and ripping. Final slope geometry is planned with 15 m width, 8 m height, and 45 ° slope angle parameters. Data processing was performed using Minescape 5.7 software, Rocscience Slide 6.0, AutoCAD 2014. The total estimation shows the area of savings between the 10 and 15 final slopes of 8.79%. FK value calculation is done in section A1 of lowwall north, B2 east sidewall, and C1 west sidewall. The calculation results show, section A1 berm 10 and 15 have FK values <1.25. Whereas section B2 and C1 between berm 10 and 15, FK> 1.25. FK > 1.25 are at 48 backfilling heights of static, and 72 m for pseudo-static conditions. Key words: optimization, safety factor, slope, backfilling PENDAHULUAN Pemilihan besar parameter geometri lereng tambang terbuka mempengaruhi nilai faktor keamanan (FK) lereng final [1]. Parameter geometri lereng terdiri dari lebar, tinggi, dan sudut kemiringan lereng. Semakin besar lebar lereng semakin tinggi nilai faktor keamanan (FK) lereng [2]. Namun semakin kecil lebar lereng maka semakin