PENGARUH IMPLEMENTASI TOTAL QUALITY MANAJEMEN TERHADAP BUDAYA KUALITAS UNIVERSITAS WIDYATAMA Oleh: Asfia Murni & Titto Rohendra Fakultas Ekonomi, Fakultas Bisnis dan Manajemen Universitas Widyatama Bandung Email: asfia.murni@widyatama.ac.id Abstrak - Beberapa pakar berpendapat bahwa keberhasilan maupun kegagalan implementasi TQM tersebut sebagian besar dipengaruhi oleh faktor budaya karena TQM pada hakekatnya adalah program perubahan organisasi yang memerlukan transformasi budaya organisasi, proses, dan keyakinan. Budaya merupakan pola pikir kita terhadap lingkungan untuk mencapai keberhasilan; Kecenderungan organisasi dalam berperilaku, identitas, pola hubungan yang dinamis, realitas, atau kode genetik. Implementasi TQM dapat merubah orientasi budaya suatu organisasi menuju budaya kualitas yang pada akhirnya dapat meningkatkan kompetensi organisasi. Hasil pengujian instrumen penelitian dari segi validitas maupun reliabilitas item–total statistics terhadap 75 responden menunjukkan bahwa semua item pernyataan untuk variabel-varibel bebas dalam persepsi implementasi Total Quality management (TQM): fokus pada mahasiswa (X 1 ), komitmen manajemen (X 2 ), pelatihan (X 3 ), pemberdayaan karyawan (X 4 ), perbandingan kinerja (X 5 ), dan penggunaan piranti statistik (X 6 ), maupun variabel terikat: budaya kualitas (Y), mempunyai nilai korelasi lebih besar dari 0,3. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa variabel-variabel dalam persepsi implementasi Total Quality Management (TQM) secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap budaya kualitas. Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa implementasi TQM Universitas Widyatama telah mampu membentuk dan merubah orientasi budaya organisasi menjadi budaya kualitas. Sedangkan berdasarkan uji parsial menunjukkan bahwa sig t yang kurang dari 0,05, adalah fokus pada konsumen (X1), komitmen manajemen (X2), pelatihan (X3), pemberdayaan karyawan (X4), dan penggunaan piranti statistik (X6) yang menolak H 0 yang berarti terdapat pengaruh secara parsial terhadap budaya kualitas, sedangkan variabel yang menerima H 0 karena lebih besar dari 0,05, adalah perbandingan kinerja (X5) yang berarti tidak terdapat pengaruh secara parsial terhadap budaya kualitas. Kata Kunci : Implementasi TQM, Budaya Kualitas. Abstract – Some specialists argue that the success or failure of TQM implementation are mostly influenced by cultural factors because TQM is essentially a program of organizational change requires a transformation of organizational culture, processes, and beliefs. Culture is the our paradigms of the environment to achieve success; Trends in organization behavior, identity, the pattern of dynamic relationships, the reality, or the genetic code. TQM implementation can change the culture of an organization's orientation towards a culture of quality that can ultimately improve the competence of the organization. The test results of the research instrument validity and reliability in terms of item-total statistics of the 75 respondents indicated that all items of the statement to a independent variables in the perception of the implementation of Total Quality Management (TQM): focuses on students (X 1 ), management commitment (X 2 ), training (X 3 ), empowerment of employees (X 4 ), comparison of performance (X 5 ), and the use of statistical tools (X 6 ), as well as the dependent variable: the culture of quality (Y), has a correlation value more than 0.3. The results of hypothesis testing showed that the variables in the perception of the implementation of Total Quality Management (TQM) simultaneously has a significant influence on the culture of quality. This can be interpreted that the implementation of TQM Widyatama University has been able to shape and change the orientation of organizational culture into a culture of quality. While based on partial test showed that sig t is less than 0.05, is focusing on the consumer (X1), management commitment (X2), training (X3), empowerment of employees (X4), and the use of statistical tools (X6) is rejected H 0 , which means there is a partial influence on the culture of quality, while the variable that receives H 0 for greater than 0.05, the comparison of performance (X5) which means there is no partial effect on the quality culture. Keywords: Implementation of TQM, Quality Culture. I. Latar Belakang Pada era persaingan pasar global dewasa ini, tuntutan konsumen atas peningkatan kualitas produk dan jasa bertambah. Sejalan dengan pergeseran paradigma organisasi dari ‘market oriented’ke‘resources oriented’, maka salah satu cara yang bisa ditempuh oleh perusahaan adalah dengan membenahi sumber daya yang dimilikinya agar bisa bertahan dalam persaingan jangka panjang. Salah satu cara yang tepat adalah dengan mengimplementasikan Total Quality Management (Cortada, 1993). Beberapa pakar kualitas mengakui dampak positif implementasi TQM, diantaranya menurut Hardjosoedarmo (2004) TQM merupakan pendekatan yang seharusnya dilakukan organisasi masa kini untuk memperbaiki kualitas produknya, menekan biaya produksi dan meningkatkan produktivitasnya. Implementasi TQM juga berdampak positif terhadap biaya produksi dan terhadap pendapatan (Pall dalam Tunggal, 1993: 6 dan Gaspersz, 2005:3). Secara empiris Implementasi TQM juga diakui sangat berarti dalam menciptakan keunggulan perusahaan di seluruh dunia. Beberapa penelitian terdahulu telah membuktikan bahwa implemetasi TQM secara efektif berpengaruh positif terhadap: motivasi kerja karyawan; meningkatkan kepuasan karyawan dan menurunkan minat untuk pindah kerja (Boselie dan Wiele, 2001); pengurangan biaya dan meningkatkan kinerja bisnis; kinerja manajerial; dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (Huarng dan Yao, 2002). Penelitian ini dilakukan di Universitas Widyatama karena Universitas Widyatama karena bentuk nyata pelayanan terbaik institusi ini adalah dengan memberikan pelayanan pendidikan berstandar mutu ISO- 9001:2000 kepada civitas akademikanya. Standar mutu ini sudah diberlakukan sejak tahun 2003 dengan akreditasi dari TUV Jerman. Hal ini tentu sangat berkaitan dengan keyakinan Widyatama, bahwa kualitas dan mutu adalah kunci menuju masa depan. Dan caranya adalah dengan