Copyright© 2019; SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen| 31 Volume 1, No 1,Desember 2019; (14-42) JURNAL TEOLOGI DAN PENDIDIKAN KRISTEN Available at: http://sttsabdaagung.ac.id/e-journal/index.php/sesawi Filsafat Sebagai Ancilla Theologiae dan Implementasinya Pada Masa Kini Made Nopen Supriadi Sekolah Tinggi Teologi Arastmar, Bengkulu madenopensupriadi@gmail.com Abstract Philosophical thinking exists in every human being. But is it true that every philosophical thought is true? Many believers today still have anti-philosophical characteristics. Even though historical facts show that each era has its own philosophical challenges. The historical part of Christianity has shown that there is a good integration between theology and philosophy, so philosophy is said to be ancilla theologiae. Therefore the article was written to try to help believers in theological understanding of philosophical principles as ancilla theologiae and to provide forms of implementation of these principles for believers today. Keywords: ancilla theologiae; implementation; philosophy Abstraksi Berpikir secara filosofis ada dalam setiap manusia. Namun benarkah setiap pemikiran filosofis adalah benar?. Banyak orang percaya pada masa kini masih memiliki sifat anti- filsafat. Padahal fakta sejarah menunjukkan setiap zaman memiliki tantangan filsafat masing-masing. Bagian sejarah keKristenan telah memperlihatkan adanya integrasi yang baik antara filsafat dan teologi, sehinga filsafat dikatakan sebagai ancilla theologiae. Oleh karena itu artikel ditulis untuk mencoba menolong orang percaya dalam memahami secara teologis prinsip filsafat sebagai ancilla theologiae dan memberikan bentuk implementasi prinsip tersebut dalam kehidupan orang percaya pada masa kini. Agar orang percaya dapat mengerti bagaimana menjawab pemikiran zaman pada masa kini. Kata Kunci: ancilla theologiae; filsafat; implementasi PENDAHULUAN Filsafat merupakan bagian yang tak terhindarkan dalam kehidupan manusia. Filsafat dapat digambarkan seperti daerah yang tak bertuan dan direbut oleh teologi serta sains bahkan diserang oleh teologi dan sains. 1 Pada abad modern filsuf modern melakukan rethingking integration antara teologi dan filsafat sehingga melahirkan pemahaman filsafat sebagai regina scientiarum (the mother of Sciences). 2 Dengan demikian pada masa era modern pandangan filsafat sebagai ancilla theologiae telah berubah. Pada era modern filsafat membuktikan kemajuannya pada ilmu pengetahuan dan teknologi kepada peradaban 1 Harry Hamersama, Pintu Masuk Ke Dunia Filsafat (Yogyakarta: Kanisius, 1992), 9 2 Will Durant menuliskan: ”philosophy is still regina scientiarum, and would be every where recognized as such if she clothed herself in her ancient majestic, brought all the sciences into her service, and took all knowledge as her instrument”. (Lih. Will Durant, The Pleasures of Philosophy: An Attempt at a Consistent Philosophy of Life (New York: Simon and Schuster, 1953), 11)