DESIGN FOR ERROR TOLERANCE Design yang digunakan yaitu berdasarkan teori sistem, yang didalamnya terdapat input,proses dan output. Input yang baik,proses yang baik akan menghasilkan output yang baik pula, begitupun sebaliknya. Berdasarkan teori sistem yaitu INPUT: 1. SAFETY MANAGEMENT SYSTEM SMK3 mencakup dari keseluruhan yang ada dalam sebuah perusahaan atau industri. Proses dari manajemen resiko yaitu meliputi menentukan konteks, identifikasi bahaya,analisa risiko, evaluasi risiko dan pengendalian risiko. Proses tersebut dilakukan secara berulang melalui tinajuan ulang dan pemantauan . Hal-hal yang terkait didalamnya juga harus di komunikasikan dan dikonsultasikan. 2. HSE REGULATIONS AND GUIDANCE Peraturan-peraturan yang digunakan ditempat kerja harus jelas, menggunakan peraturan yang mana dan sepeerti apa. Peraturan in meliputi hal-hal yang harus dilakukan dan tidak dilakukan di tempat kerja sesuai dengan pekeerjaan dan lingkungan kerja. Harus ada komitmen yang jelas yang disepakati bersama. Agar bahaya dan resiko yang ada di tempat kerja dapat dicegah/dikurangi. Ada sp yang jelas terkait dengan pekerjaan. 3. WORKFORCE PERSEPTIONS/PERSEPSI PEKERJA Menyamakan persepsi pekerja, karena persepsi pekerja dapat dipengaruhi oleh banyak hal, mialnya dari pengalaman,pengetahuan dan latar belakang berbeda lainnya. Oleh karena itu perlu menyamakan persepsi pekerja agar harapan dan tujuan yang dimaksudkan dapat tercapai. 4. ACCIDENT/INCIDENT REPORT Laporan insiden/kecelakaan harus dicatat dengan lengkap dan dikumpulkan dalam satu dokumen khusus. Agar semua laporannya jelas. Insiden/kecelakaan sekecil apapun harus dilaporkan dan dicatat, agar dapat dilakukan penanganan dan pencegahan sedini dan secepat mungkin. 5. SAFETY CULTURE MATURITY ASSESSMENT Adanya penilaian safety culture yang dilihat dari person, situasion dan behavior. Yang masing-masing tersebut dibagi lagi dilihat dari lingkup orangnya, organisasinya dan pekerjaanya yang berhubungan dengan safety culture. Budaya keselamatan apa saja yang sudah ada ditempat terebut harus dijelaskn, seperti apa dan bagaimana. 6. INDUSTRY STANDARS & RESEARCH Sebuah persahaan harus memiliki standar agar ada patokan yang jelas dalam menjalankan sebuah pekeerjaan,