Prosiding Konvesi Nasional Bimbingan dan Konseling (BK) ke XX. Pekanbaru: 2-3 April 2018. Hal. 1061-1067. TERAPI FILM DALAM MENGEMBANGKAN BUDAYA DAMAI SISWA Sahril Buchori 1 dan Nurfitriany Fakhri 2 1 Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Makassar buchori.bk@gmail.com 2 Psikologi, Universitas Negeri Makassar nurfitriany.fakhri@unm.ac.id Abstract: Violent behavior by students often occurs in schools. Violent behavior can be physical or psychological, such as hitting, mocking, threatening, fighting and so on. Violent behavior can be prevented through changing the normative believe of students from a culture of violence toward a culture of peace through film therapy. Film therapy aims to foster a sense of love, affection, respect, and friendship in students. The method used is Library Research by analyzing the theories about the concept of film therapy and peace culture of students. The conclusion of this study is that film therapy can develop a student's peaceful culture of developing a sense of love, affection, respect, and friendship in the student in relation to himself and others. Keywords: Film Therapy, Peace Culture Abstrak: Perilaku kekerasan oleh siswa sering terjadi di sekolah. Perilaku kekerasan dapat berupa kekerasan fisik maupun psikis, seperti memukul, mengejek, mengancam, berkelahi, tawuran dan sebagainya. Perilaku kekerasan dapat dicegah melalui perubahan normative believe siswa dari budaya kekerasan menuju budaya damai melalui terapi film. Terapi film bertujuan menumbuhkan rasa cinta, kasih sayang, rasa hormat, dan persahabatan pada diri siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Library Research atau Studi Pustaka dengan melakukan analisis terhadap teori-teori mengenai konsep terapi film dan budaya damai siswa. Kesimpulan studi ini adalah terapi film dapat mengembangkan budaya damai siswa berupa mengembangkan rasa cinta, kasih sayang, rasa hormat, dan persahabatan pada diri siswa dalam hubungannya dengan dirinya sendiri dan orang lain. Kata Kunci: Terapi Film, Budaya Damai Siswa. PENDAHULUAN Budaya damai murapakan suatu keadaan yang menjadi harapan setiap diri individu maupun masyarakat, termasuk harapan setiap siswa dan guru di sekolah. Budaya damai terbentuk dari pikiran, perilaku dan kebiasaan seseorang atau kelompok dalam membangun suasana yang damai tanpa kekerasan (Adams, 2000 dan Kartadinata, 2014). Lembaga pendidikan sebagai wadah dalam membangun tumbuh kembang siswa secara optimal memerlukan suasana yang damai dalam mendukung proses pendidikan dan