1 Kajian Pemetaan Tingkat Kerawanan Banjir Dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis Di DAS Pengluruan Kecamatan Sumbermanjing Wetan Muchammad Husen Almaulani 1 , Siti Halimatus Sakdiyah 2 , Ika Meviana 3 1 Program Studi Pendidikan Geografi, Universitas Kanjuruhan Malang, Malang 65148, Indonesia Email : aalmaulani22@gmail.com, halimatus@unikama.ac.id, meviana@unikama.ac.id Dikirim : Tanggal Bulan Tahun Diterima: Tanggal bulan Tahun Abstrak: Daerah Aliran Sungai Penguluran Desa Sitiarjo Kecamatan Sumbermanjing Wetan kerap dilanda bencana banjir yang mengkibatkan rusaknya infrastruktur dan timbulnya korban jiwa. Daerah Aliran Sungai Penguluran memiliki siklus banjir yang terjadi secara periodik. Paling terparah terjadi pada tahun 2003 dan 2013 yang sampai mengakibatkan timbulnya korban jiwa.Jenis penelitian menggunakan penelitian terapan yang didalamnya mencakup penelitian survey di Kecamatan Sumbermanjing Wetan yang berlokasi di Desa Sitiarjo. Metode yang digunakan kuantitatif dan tujuan dari penelitian ini yaitu memetakan kawasan rawan bencana banjir dan menganalisis tingkat kerawanan banjir pada DAS Penguluran Desa Sitiarjo Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Hasil analisis diperoleh tingkat kerawanan banjir di Daerah Aliran Sungai Penguluran Desa Sitiarjo Kecamatan Sumbermanjing Wetan, menghasilkan tiga kelas tingkatan wilayah banjir yaitu kondisi tidak rawan banjir memiliki luasan 546,27 Ha atau 18,89% dari total luas Desa Sitiarjo. Kondisi dengan tingkat rawan banjir memiliki luasan 2327,57 atau sekitar 80,50% dari luas Desa Sitiarjo. Kondisi sangat rawan banjir mempunyai luasan 17,31 Ha atau 0,59% dari luas Desa Sitiarjo. Berdasarkan penelitian ini diharapkan perlunya reboisasi pada sepanjang daerah aliran Sungai Penguluran dan pihak pemerintah diharapkan rutin dalam melakukan sosialisasi berbasis mitigasi bencana banjir. Kata kunci: Banjir, kerawanan banjir, daerah aliran sungai, sistem informasi geografis Abstract: Area of Sungai Penguluran village Sitiarjo Sumbermanjing Wetan subdistrict often hit by a flood that involved damage to the infrastructure and the occurrence of casualties. The Penguluran River basin area has a flood cycle that occurs periodically. The most severe occurred in the years 2003 and 2013 which resulted in the onset of casualties. This type of research using applied research which includes research survey in Sumbermanjing Wetan Sub-district located in Sitiarjo Village. The method used quantitatively and the purpose of this research is to map the flood prone areas and analyze the level of flood insecurity at the village of Sitiarjo subdistrict of the Sumbermanjing Wetan district. The results of the analysis obtained the level of flood insecurity at the Penguluran River basin of Sitiarjo Village of Sumbermanjing Wetan subdistrict, resulting in three classes of flood-level areas of flood-prone conditions having an area of 546.27 Ha or 18.89% of The total area of Sitiarjo village. Conditions with flood-prone levels have an area of 2327.57 or approximately 80.50% of Sitiarjo village. Flood-prone conditions have an area of 17.31 Ha or 0.59% of Sitiarjo village. According to the research, it is hoped that the need for reforestation along the Penguluran River basin and the government is expected to routinely conduct socialization based on flood disaster mitigation. Keywords: floods, flood insecurity, watersheds, geographic information systems Pendahuluan Beberapa faktor penting penyebab bencana banjir adalah: faktor curah hujan, faktor hancurnya restensi DAS, dan alih fungsi lahan besar-besaran. Sumbermanjing Wetan adalah salah satu daerah dari 33 Kecamatan di wilayah Kabupaten Malang. Secara Astronomis Kecamatan Sumbermanjing Wetan terletak pada 112º 39’ 07” BT - 122º 46’ 68” BT dan 8º 13’ JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 4, No. 2, Februari 2020 Halaman: 1-12 Online: http://ejournal.unikama.ac.id/index.php/JPIG/