21 Nanik Mujiati, Lukman Hakim, Pemikiran Al-Buthi... PeMiKiRAN AL-BUTHi TeNTANG PRoBLeMATiKA DAKWAH Nanik Mujiati, Lukman Hakim Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Indonesia E-mail: nanikmuji2301@gmail.com, lukmanhakim@iainkediri.ac.id Abstract: This article focuses on examining the thinking of prominent religious scholars of Syria, Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthi in his work entitled Hakadhā Falnad’u Ilā al-Islam related problem of da’wa which is getting stronger now. Example phenomena of distrust fellow muslim, dichotomy between the Islamic state and the heathen state, and muslim interactions with non-muslim families. That problematic da’wah now very easy to meet in various rare meeting houses, increasingly spread easily through social media. so that, this article want to further review in Muhammad Sa’id ramadhan al- Buthi’s view of what has been known as moderat religious scholars, and is one of the referrals many da’i in Indonesia. And it can give a new perspective in snapshot and responding to comprehensive about various da’wa phenomena of extremes. Keywords: Da’wa problems, Heathen, Islamic state Abstrak: Tulisan ini fokus mengkaji pemikiran ulama terkemuka Suriah, Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthi dalam karyanya berjudul Hakadhā Falnad’u Ilā al-Islamterkait dengan problematika dakwah yang dewasa ini semakin menguat. Misalnya mengenai fenomena kafr mengkafrkan terhadap sesama muslim, dikotomi antara negara Islam dan negara kafr serta interaksi muslim dengan keluarga non muslim. Persoalan dakwah tersebut kini sangat mudah dijumpai di berbagai majelis pengajian, bahkan semakin menyebar dengan sangat mudah melalui media sosial.Untuk itu, tulisan ini ingin mengulas lebih dalam pandangan Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthi yang selama ini dikenal sebagai ulama moderat dan menjadi salah satu rujukan para dai di Indonesia. Sekaligus dapat memberi perspektif baru dalam memotret dan menjawab secara komprehensif beragam fenomena dakwah yang cenderung ekstrem. Kata kunci: Problematika dakwah, Kafr, Negara Islam A. PeNDAHULUAN Dakwah bagi umat Islam sesungguhnya menjadi kewajiban yang menyeluruh. Umat Islam yang dimaksud adalah yang termasuk dalam kategori mukallaf atau individu yang sudah bisa dikenai beban tanggung jawab dan mumayyiz atau individu yang telah mampu membedakan antara yang benar dan salah, serta antara baik dan buruk. Kewajiban dakwah Islam ini bersifat individual secara pribadi dan kolektif melalui kelompok, jamaah atau organisasi. Dengan demikian menjadi umat Islam pada hakekatnya berkewajiban untuk berdakwah. Menjadi seorang muslim bisa diidentikkan sebagai da’i, atau juru dakwah menurut proporsi dan kapasitas masing-masing. Dalam ruang lingkup kewajiban berdakwah yang luas itu, sebuah hadist mengatakan: “Ibda’ binafsika tsumma biman ta’ula” artinya mulailah kewajiban kewajiban agama itu dari dirimu sendiri, baru kemudian kepada orang-orang diseputarmu 1 . 1 Nur Ahmad, “Tantangan Dakwah Di Era Teknologi Dan Informasi: Formulasi Karakteristik, Popularitas, Dan Materi Di Jalan Dakwah”Jurnal Addin. Vol. 8 no. 2, Agustus 2014. h. 322.