Prosiding Nasional Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi XIII Tahun 2018 (ReTII) November 2018, pp. xx~xx ISSN: 1907-5995 1 1 PURWARUPA CONTROLLING BOX PEMBERSIH WORTEL DENGAN MIKROKONTROLER S. Samsugi 1) , Doni Elvis Silaban 2) 1) Teknik Elektro, Universitas Teknokrat Indonesia 2) Teknik Komputer, Universitas Teknokrat Indonesia Jl. H. ZA Pagaralam, No 9-11, Labuhanratu,Bandarlampung Email : s.samsugi@teknokrat.ac.id 1) , doni_silaban@gmail.com 2) Abstrak Konsep dari pembuatan prototype pembersih wortel yang dikontrol oleh sebuah mikrokontroler arduino sebagai pengendali sistem dan sebuah motor penggerak. Pendeteksi dari kecerdasan alat ini ditambah sebuah sensor kekeruhan air. Penampungan wortel dibuat dengan tabung besar/ember yang di pasangkan motor untuk penampungan agar tercuci merata, dan sedangkan kan untuk pembuangan menggunakan pompa filter aquarium untuk membuang air yang keruh. Sensor turbidity akan bekerja bilamana air di dalam box pencucian menjadi keruh dikarenakan wortel yang kotor mengandung tanah telah larut dalam air karena motor pengaduk memutar wortel di dalam tabung pencucian dan jika sensor turbidity mendeteksi kekeruhan atau air menjadi gelap maka mesin berhenti dan wortel telah bersih. Pengujian sensor ini mampu bekerja pada air keruh yang bernilai ADC <600, sedangkan pada air jernih sensor mampu bekerja pada nilai ADC >600. Kata kunci: wortel, prototipr, turbidity, ADC, mikrokontroler. Abstract The concept of making a carrot cleaning prototype controlled by an Arduino microcontroller as a system controller and a drive motor. The detector of the intelligence of this device plus a water turbidity sensor. Carrot storage is made with a large tube / bucket which is attached to the motor for the reservoir to be washed evenly, and while for disposal use an aquarium filter pump to remove turbid water. The turbidity sensor will work when the water in the washing box becomes cloudy because the dirty carrot containing the soil has dissolved in water because the stirring motor rotates the carrot in the washing tube and if the turbidity sensor detects turbidity or the water becomes dark then the engine stops and the carrot is clean. The sensor test is able to work on turbid water which has an ADC value of <600, while in clear water the sensor is able to work at ADC values> 600. Keywords: carrot, prototype, turbidity, ADC, microcontroller 1. Pendahuluan Saat ini banyak mencuci wortel yang masih menggunakan tenaga manusia. Para petani sangat membutuhkan waktu yang lama, hanya sekedar untuk mencuci hasil pertanian mereka, misalnya wortel. sehingga dalam proses selanjutnya terbentur oleh waktu. Hal ini mengakibatkan dalam proses packaging menjadi lambat, yang berakibat pembusukan hasil panen mereka. Mesin pencuci ini bisa untuk mencuci wortel, sehingga tanah dapat hilang dan hasil panen menjadi bersih. Perkembangan teknologi dapat membantu mempermudah manusia dalam menyelesaikan permasalahan maupun pekerjaan. Dalam bidang elektronika mesin otomatisasi dapan digunakan dalam segala hal yang dapat meringankan pekerjaan manusia dan menjadikan segalanya mudah digunakan dan mempercepat waktu penyelesaian masalah. Berdasarkan permasalahan sebelumnya, maka dibutuhkan Perancangan pencuci wortel otomatis ini yang dapat mempermudah para petani dalam penjualan. Karena dengan adanya mesin pencuci wortel ini petani dapat dengan mudah mencuci wortel secara otomatis sehingga bisa lebih menghemat waktu dan proses penjualan wortel bisa lebih cepat dengan didukung sebuah sensor pendeteksi kekeruhan air yaitu sensor turbidity maka akan dapat diketahui seberapa bersih wortel yang telah ducuci oleh mesin pencuci wortel otomatis tersebut dengan sebuah pengendali berbasis mikrokontroler arduino uno sebagai pengendali dan pengontrol alat pencuci wortel otomatis.. 2. Pembahasan Pencucian merupakan tindakan pertama setelah wortel dipanen. Kegiatan ini memegang peranan penting dalam proses berikutnya. Tujuannya adalah untuk menghilangkan kotoran-kotoran dan sumber kontaminasi lainnya sehingga umbi