“GADIS PANTAI” PRAMOEDYA ANANTA TOUR: SEBUAH KAJIAN SEMIOTIK ATAS DESAIN SAMPUL DITINJAU DARI SISI KEBUDAYAAN MATERIAL MASYARAKAT JAWA DI MASA FEODALISME Hiqma Nur Agustina Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) (hiqma@unis.ac.id ) Abstrak: Inti pembahasan dari tulisan ini membahas desain sampul novel Pramoedya Ananta Toer yang berjudul “Gadis Pantai”, ditinjau dari sisi kebudayaan material. Kajian utama ditekankan pada pembahasan desain sampul novel bukan dari isi cerita novel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memaparkan bagaimana budaya dikonstruksi melalui desain sampul (cover) novel dengan melakukan interpretasi terhadap tanda-tanda yang terdapat dalam sampul tersebut dengan pendekatan semiotik Roland Barthes. Desain cover sedikit banyak memberikan gambaran kepada pembaca tentang jalinan cerita yang ditulis oleh pengarang dan juga mengetengahkan aspek kebudayaan material yang hadir dalam cerita. Hasil dari penelitian ini didapat sebuah pemahaman tentang tampilan desain sampul novel “Gadis Pantai’ yang mengentalkan makna gadis desa lugu dengan benda-benda material berupa perhiasan emas sebagai simbol perubahan nilai dari perempuan kebanyakan sebagai perempuan yang juga ingin dianggap sebagai kelas atas, yakni golongan priyayi. Kata kunci: desain sampul, kebudayaan material, masyarakat Jawa, semiotik PENDAHULUAN Salah satu cara untuk menyingkap sistem sosial dan budaya dalam masyarakat ialah peneliti dapat memulai dari analisis kebudayaan material. Kebudayaan material salah satunya berwujud bahasa lisan, teks, artifak, dan lingkungan alam. Hal utama yang harus diperhatikan dalam analisis kebudayaan material adalah hubungan antara orang dengan obyek kebudayaan material tersebut. Tulisan ini akan membahas desain sampul novel Pramoedya Ananta Toer 1 yang berjudul “Gadis Pantai”. Secara spesifik ditinjau dari sisi kebudayaan material dan bisa diuraikan melalui desain sampul novel bukan dari isi cerita novel."Gadis Pantai" 2 adalah sebuah novel karya Pramoedya Ananta Toer, sastrawan Indonesia dan seorang kandidat peraih nobel sastra berkali-kali yang sudah mendunia dan sudah menelurkan puluhan karya 1 Pramoedya Ananta Toer atau yang lebih akrab disapa Pram adalah salah satu sastrawan besar yang pernah dimiliki oleh Indonesia. Putra sulung dari seorang kepala sekolah Institut Budi Oetomo ini telah menghasilkan lebih dari 50 karya dan diterjemahkan dalam 41 bahasa asing. Pram yang pernah bekerja sebagai juru ketik dan korektor di kantor berita Domei (LKBN ANTARA semasa pendudukan Jepang) memantapkan pilihannya untuk menjadi seorang penulis. Ia telah menghasilkan artikel, puisi, cerpen, dan novel sehingga melambungkan namanya sejajar dengan para sastrawan dunia. 2 Novel ini termasuk roman yang tidak selesai karena ada dua buku (novel) lanjutan yang hilang dalam keganasan Angkatan Darat bersama dengan hancurnya pemberontakan G 30 S/PKI. Universitas Nasional Australia berhasil menyelamatkan novel ini dalam bentuk mikro film. Atas jasa Savitri P. Scherer, salinan naskah itu dikembalikan kepada pengarangnya.