Nama : Salman Husain Prodi : Ilmu Alquran dan Tafsir Ahlu Dzikr Dalam Alquran Perspektif Tafsir al-Amthal Pendahuluan Alquran merupakan sebuah kitab yang sepenuhnya ditujukan untuk manusia. Benarlah ia memperkenalkan dirinya sebagai petunjuk bagi umat manusia (hudan linnas). 1 Manusia sangat membutuhkan Alquran, karena kebutuhan manusia akan pedoman Tuhan adalah keniscayaan dan dharurat ciptaan manusia. 2 Namun ada sebagian manusia yang tidak menjadikan Alquran sebagai pedoman hidupnya, maka ia tidak akan menemukan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Pengabaian terhadap Alquran sebagai petunjuk juga merupakan sumber terjadinya banyak perbuatan buruk. Oleh karenanya, Manusia sebagai penerima petunjuk perlu untuk berusaha, berpikir, dan melakukan aktivitas tadabbur agar mendapatkan petunjuk. Disisi lain, Alquran juga menyebut dirinya sebagai petunjuk untuk orang-orang yang bertakwa (hudan lilmuttaqiin). 3 Artinya, Alquran ditujukan untuk seluruh manusia, akan tetapi hanya orang-orang yang mempersiapkan dirinyalah yang mampu meraih petunjuk Alquran. Kesesuaian antara pemberi petunjuk dan penerimanya adalah syarat tersampaikannya sebuah petunjuk. 4 Orang-orang yang mampu meraih petunjuk Alquran disebut dengan orang yang bertakwa. Salah satu petunjuk yang utama di dalam membimbing manusia menuju kesempurnaan adalah mencari ilmu. Dalam proses pencarian 1 Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Alquran sebagai petunjuk bagi manusia, (Q:S al-Baqarah 2:185). 2 Ali Umar Al-Habsyi, Agar Tidak Sia-sia Bacaan Alqur’an Anda, (Jakarta: Zahra, 2013), cet. 1, hal. 65 3 Itulah al-Kitab, tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi orang-orang bertakwa (Q:S al-Baqarah 2:2). 4 Nāsir Makārim ash-Shīrāzī, al-Amthāl fī tafsīr kitābillah al-munzal, (Qum: Madrasah Amirul mukminin, 1421 HQ), jil.1, hal. 74.