Jurnal Mutu Pangan Vol. 4(1): 44-50, 2017 ISSN 2355-5017 44 @JMP2017 Pengujian Mutu Bihun Instan sebagai Produk dalam Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk Ibu Hamil Quality Test of instant Beehoon as Product in Feeding Program for Pregnant Mother Yulizar Verda Febrianto 1) , Nurheni Sri Palupi 1,2)* , Feri Kusnandar 1,2) 1) Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Bogor 2) South East Asian Food and Agricultural Science and Technology Center, Institut Pertanian Bogor, Bogor Abstract. The purpose of Feeding Program for Pregnant Mother are for adding nutritious value in food for pregnant mothers group in order to increase nutritional status and quality of newborn child. The program were conducted by fortifying nutritious substances for examples, vitamin A, folic acid, vitamin C, Ferrum (Fe), Zinc (Zn), and iodium in instant beehoon product. Proximate analysis and analysis of fortified substances are conducted in this experiment. Organoleptic test was done for determining whether there are any differences between unfortified beehoon and fertified beehoon from organoleptic side of view. Result of analysis shown that fortification could improve nutritious value in instant beehoon. Processing step of instant beehoon has decreased several fortificants, as vitamin A, folic acid, and vitamin C were decreased. However, processing also improved FE, Zn and Iodium content in instant beehoon. Result shown in differentiate test between NF beehoon and F was significantly different in 95% of confidence interval. Shelf-life of NF and F beehoon stored in room temperature (25 o C) acording to organoleptic test result were 9.94 and 8.07 months. Meanwhile, shelf- life of NF and F beehoon in room temperature (25 o C) according to chromameter were 10.74 and 11.68 months Keywords: feeding program, fortification, instant beehoon, organoleptic, shelf-life Abstrak. Program pemberian makanan tambahan (PMT) untuk ibu hamil bertujuan untuk menambahkan zat gizi terhadap bahan pangan pada kelompok ibu hamil sehingga meningkatkan status gizi dan kualitas anak yang dilahirkan. Program ini dilaksanakan dengan cara menambahkan zat gizi seperti vitamin A, asam folat, vitamin C, zat besi (Fe), seng (Zn), dan Iodium pada produk bihun instan. Analisis yang dilakukan meliputi: analisis proksimat dan analisis senyawa fortifikan yang ditambahkan. Pengujian organoleptik dilakukan untuk menentukan ada atau tidaknya perbedaan antara bihun yang telah difortifikasi dan bihun yang tidak difortifikasi berdasarkan karakteristik sensori. Hasil analisis menunjukkan bahwa fortifikasi zat gizi pada bihun mampu meningkatkan kandungan zat gizi tersebut. Proses pengolahan bihun menurunkan beberapa fortifikan, seperti vitamin A, asam folat, dan vitamin C. Namun, pengolahan meningkatkan kandungan mineral Fe, Zn, dan Iod dalam bihun. Berdasarkan uji pembedaan antara bihun NF dan F dapat diketahui keduanya berbeda nyata pada selang kepercayaan 95%. Umur simpan bihun NF dan F berdasarkan organoleptik pada penyimpanan suhu kamar (25 0 C) adalah 9.94 dan 8.07 bulan. Sedangkan umur simpan bihun NF dan F secara objektif dengan kromameter jika disimpan pada suhu kamar (25 0 C) adalah 10.74 dan 11.68 bulan. Kata Kunci: bihun instan, fortifikasi, organoleptik, pemberian makanan tambahan, umur simpan Aplikasi Praktis: Hasil penelitian ini menyediakan data ilmiah mengenai keadaan mutu produk bihun yang digunakan untuk PTM secara kimia dan organoleptik sehingga dapat dievaluasi kontribusi produk terhadap program tersebut. Selain itu pendugaan umur simpan juga diharapkan dapat dijadikan penentu apakah produk masih dapat berkontribusi dengan baik terhadap status kesehatan ibu hamil atau tidak. PENDAHULUAN 1 Kecukupan zat gizi saat kehamilan sangat berpengaruh terhadap kesehatan jasmani dan rohani anak di masa yang akan datang. Dengan cara memenuhi kebutuhan zat gizi, pencegahan terhadap penyakit yang Korespondensi: hnpalupi@yahoo.com diakibatkan oleh defisiensi zat gizi pada bayi dapat dicegah sejak dini. Alasannya adalah perkembangan otak manusia dimulai pada masa kehamilan, ibu hamil yang menderita defisiensi zat gizi mempunyai risiko lebih besar untuk memiliki bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Bayi BBLR mempunyai risiko yang lebih besar untuk meninggal pada usia satu tahun, dan jika mampu bertahan hidup mempunyai risiko lebih