Jurnal Mutu Pangan, Vol. 3(2): 103-110, 2016
ISSN 2355-5017
©JMP2016 103
Karakteristik Adonan dan Roti Tawar dengan Penambahan
Enzim dan Asam Askorbat pada Tepung Terigu
Characteristics of Dough and Pan Bread Products with the
Addition of Enzymes and Ascorbic Acid in Wheat Flour
Agus Sutriyono
1
, Feri Kusnandar
2
, Tjahja Muhandri
2,3
1
Program Studi Magister Profesional Teknologi Pangan, Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor
2
Departemen lImu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, lnstitut Pertanian Bogor
3
South East Asia Food Science and Technology (SEAFAST) Center,
Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor
Abstract. Wheat flour containing a 33-39% wet gluten is commonly applied in pan bread processing,
however, it is expensive. The use of wheat flour containing a lower wet gluten yields a lower quality
bread. This objective of this research was to produce acceptable quality pan bread using enzyme-treated
wheat flour containing medium wet gluten content (31.8%). Wheat flour was treated by adding enzymes
and ascorbic acid. The combination of enzymes (30 ppm α-amylase, 26 ppm α-glucosidase, 16 ppm
xylanase), and 40 ppm ascorbic acid yielded dough resistancy and extensibility as well as the bread qua-
lity that miccked those made of high wet gluten wheat flour (35.0%).
Keywords: -amylase, dough, ascorbic acid, wheat flour, pan bread
Abstrak. Tepung terigu dengan protein yang memiliki kandungan gluten basah tinggi (33-39%) banyak
digunakan dalam pembuatan roti tawar, namun terigu jenis ini memiliki harga yang cukup mahal.
Penggunaan tepung terigu yang mengandung gluten basah lebih rendah menghasilkan roti tawar dengan
mutu yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan mutu adonan dan produk roti tawar
yang menggunakan tepung terigu dengan kandungan gluten basah sedang (31.8%), melalui penambahan
kombinasi enzim dan penambahan asam askorbat. Penambahan kombinasi enzim (30 ppm -amylase, 26
ppm α-glukosidase dan 16 ppm xylanase) dan 40 ppm asam askorbat pada tepung terigu memperbaiki
karakteristik resistensi dan ekstensibilitas adonan dan mutu roti tawar yang menyerupai tepung terigu
komersial yang mengandung 35% gluten basah.
Kata kunci: -amylase, adonan, asam askorbat, tepung terigu, roti tawar
Aplikasi Praktis: Hasil penelitian ini memberikan informasi kepada pelaku usaha, khususnya produsen
tepung terigu dan roti tawar, mengenai metode modifikasi tepung terigu yang mengandung kadar gluten
basah relatif rendah dibandingkan tepung terigu komersial yang umum digunakan untuk memproduksi roti,
dengan cara menambahkan campuran enzim (-amilase, α-glukosidase dan xylanase) dan asam askorbat
dengan tujuan memperbaiki karakteristik adonan dan mutu roti tawarnya. Tepung terigu hasil modifikasi ini
menghasilkan karakteristik adonan dan mutu roti tawar yang tidak berbeda nyata dari yang dibuat dari
tepung terigu dengan kadar gluten basah tinggi.
PENDAHULUAN
1
Roti adalah produk pangan olahan yang terbuat dari
bahan baku utama tepung terigu melalui proses fermen-
tasi dengan menggunakan ragi, kemudian dipanggang
(Mudjajanto dan Yulianti 2010). Salah satu jenis roti
yang banyak dikonsumsi masyarakat adalah roti tawar.
Mutu roti tawar sangat dipengaruhi oleh kandungan
gluten basah dari tepung terigu yang digunakan. Gluten
basah merupakan komponen protein yang mempunyai
sifat viskoelastik bila dicampur dengan air, dan dapat
menahan gas yang terbentuk saat fermentasi, sehingga
volume roti dapat mengembang dan menghasilkan pori-
Korespondensi: fkusnandar@gmail.com
pori yang seragam di bagian dalam roti (Mudjisihono
1994).
Berdasarkan kadar proteinnya, tepung terigu dapat
dikelompokkan menjadi tepung terigu protein tinggi (12-
14%) dengan kadar gluten basah 33-39%, tepung terigu
protein sedang (10-12%) dengan kadar gluten basah 27-
33%, dan tepung terigu protein rendah (8-10%) dengan
kadar gluten basah 21-27% (Gisslen 2009). Tepung
terigu dengan kandungan gluten basah tinggi diperlukan
untuk pembuatan roti tawar, sehingga gluten basah dapat
mengembang secara maksimal untuk menghasilkan pe-
ngembangan roti yang optimal (Brown 2015).
Karakteristik adonan yang baik untuk pembuatan
roti dapat dilihat dari kekuatan gluten (gluten strength),
yang merupakan perpaduan dari sifat ekstensibilitas,