JRTIE: Journal of Research and Thought of Islamic Education Vol. 2, No. 2, 2019 [229] TRADISI MANDI PENGANTIN DAN NILAI PENDIDIKAN ISLAM (Studi Kearifan Lokal Masyarakat Muslim Melayu Padang Tikar) Rizki Susanto dan Mera Muharani Institut Agama Islam Negeri Pontianak, Indonesia rizkisusanto.pai@gmail.com Abstract: Mandi Pengantin is a tradition carried out by many tribes in Indonesia with different names such as: Siraman (Javanese), Badudus (Banjar), and others. Indonesia as a country consisting of diverse ethnic groups, has various traditions that are present in social life, one of which preserves the Tradition of Mandi Pengantin is the Padang Tikar Malay community. The Malay Tradition of Mandi Pengantin is one of the traditions in the life of the Malay people whose conditions for noble values need to be preserved. The focus of this research is the discussion of the Malay Tradition of Mandi Pengantin Padang Tikar with research questions to be answered include: First, the tools and materials needed for Mandi Pengantin; Second, the procession or implementation of the Mandi Pengantin; and Third, the values of Islamic education in the Tradition Mandi Pengantin. Keywords: Tradition of Mandi Pengantin, Malay, The values of Islamic education Abstrak: Mandi pengantin merupakan tradisi yang dilaksanakan oleh banyak suku di Indonesia dengan nama yang berbeda-beda seperti: Siraman (Jawa), Badudus (Banjar), dan lainnya. Indonesia sebagai negara yang terdiri dari suku bangsa yang beragam, memiliki berbagai tradisi yang hadir dalam kehidupan bermasyarakat, salah satu yang melestarikan tradisi mandi pengantin ini adalah masyarakat Melayu Padang Tikar. Tradisi Mandi Pengantin Melayu adalah salah satu tradisi dalam kehidupan masyarakat Melayu yang syarat akan nilai-nilai luhur di dalamnya sehingga perlu dilestarikan. Fokus penelitian ini adalah pembahasan mengenai Tradisi Mandi Pengantin Masyarakat Melayu Padang Tikar dengan pertanyaan penelitian yang ingin dijawab antara lain: Pertama, alat dan bahan yang diperlukan untuk mandi pengantin; Kedua, prosesi atau pelaksanaan mandi pengantin; dan Ketiga, nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi mandi pengantin. Kata Kunci: Tradisi Mandi Pengantin, Melayu, Nilai-Nilai Pendidikan A. Pendahuluan Tradisi merupakan kebiasaan suatu masyarakat yang memiliki makna dan nilai yang terus dijaga dan dilakukan secara turun-menurun. Kata Tradisi memiliki makna yaitu: Pertama, adat kebiasaan turun-menurun (dari nenek moyang) yang masih dijalankan dalam masyarakat; dan Kedua, penilaian atau anggapan bahwa cara-cara yang telah ada merupakan yang paling baik dan benar 1 . Tradisi sebagai wujud sistem sosial yang bersifat konkret dan dapat diamati berupa aktivitas 1 Kamus Besar Bahasa Indonesia Online, https://kbbi.web.id/tradisi.