Akademia Vol. 21 No. 3 Edisi Juli 2017 Sadiana, Pembelajaran Matematika Dengan Diterbitkan Kopertis Wilayah-1 70 PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN INDUKTIF – DEDUKTIF Oleh : Sadiana Lase, S.Pd., M.Pd. Dosen IKIP Gunung Sitoli Abstract This study aims to find out mathematics learning with more inductive-deductive approach. The method used in this study is the experimental method, because in this peneiitian is given a treatment to determine the relationship between the treatment with aspects to be measured. In this case, the treatment is an inductive-deductive approach. The aspect that is measured is the understanding of student concepts. In this research. Researchers divide the study sample into two groups. One class as an experimental group obtains learning with an inductive-deductive approach as a treatment, and a class as a control group that obtains learning as usual as treatment. The results showed that there was a significant improvement toward students' understanding of mathematics learning with inductive-deductive approach. Improved understanding of students 'mathematical concepts using inductive-deductive approaches is better and more significant than understanding students' mathematical concepts using conventional learning. Keywords: Mathematics Learning, Inductive - Deductive 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Menurut Santosa (2001: 29): Menyatakan bahwa kemajuan yang dicapai oleh negara-negara besar, hingga bisa mendominasi dalam berbagai bidang seperti sekarang ini, ternyata 60%-80% menggantungkan kepada matematika. Hal tersebut menunjukkan kontribusi besar matematika terhadap kehidupan manusia, setidaknya seperti yang dialami negara- negara besar tersebut. Sejalan dengan penuturan di atas, Dreeben (2001): Mengungkapkan bahwa matematika diajarkan di sekolah dalam rangka memenuhi kebutuhan jangka panjang (long-term functional needs)bagi siswa dan masyarakat. Hal ini berarti, bahwa seseorang harus mempunyai kesempatan yang banyak untuk belajar matematika, kapan dan di mana saja sesuai dengan kebutuhan akan matematikanya sendiri. Sebagaimana negara-negara maju, Indonesia sebagai negara berkembang pun memerlukan matematika, karena matematika sendiri memiliki kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan lainnya dan perkembangan teknologi. Adalah hal yang mengkhawatirkan apabila matematika sebagai bekal kebutuhan jangka panjang dan sebagai salah satu faktor yang signifikan dalam membangun suatu negara tidak dimiliki oleh individunya. Dengan demikian dasar matematika sebagai bekal kebutuhan harus dipersiapkan sejak dini. Tidak dapat dipungkiri, adanya pendidikan matematika di sekolah-sekolah adalah untuk mempersiapkan para ahli, pemikir, penemu. Dalam bukunya Hamzah (2001): Menegaskan untuk menjadi ahli setidaknya para siswa memahami benar konsep-konsep yang ada. Sehingga tentu saja sistem pendidikan, dalam hal ini pembelajaran matematika di lapangan harus digarap secara serius dan tepat. Di lain pihak, sejumiah perubahan yang tercakup di dalam kurikulum pembelajaran, terutama matematika menyentuh beberapa aspek mendasar yang tidak mudah dipahami serta