“PENATUA DAN KELUARGA” PENATUA DAN KELUARGA Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu! (2 Timotius 4:5) Ramli SN Harahap 1 PENDAHULUAN Sering kita mendengar perkataan ini: “Gabe Sintua parroha Sintua ma hamu!”, artinya, “Jadilah Sintua/Penatua yang berhati Penatua”. Apa artinya perkataan ini? Perkataan ini mau mengharapkan sesuatu yang baik dari seorang Sintua. Sintua menjadi teladan, tiruan, panutan di tengah keluarga, gereja dan masyarakat. Mengapa perkataan ini sering disampaikan? Karena ternyata di tengah lapangan pelayanan, banyak Sintua yang berhati “tuan”, berhati “penguasa”, berhati “pelawan”, berhati “asusila”, berhati “tidak senonoh” terhadap keluarganya, gerejanya, pendetanya, tetangganya, dan lain-lain. Sintua bukan lagi panutan dan tiruan. Bahkan yang paling ngeri lagi orang menjadi “takut” menjadi Sintua. Dan mereka berkata, ”Padiar ma gabe ruas hami, tapi marroha hasintuaon” (Biarlah kami menjadi jemaat biasa, tetapi berhati penatua). Manakah yang lebih baik? Yang lebih baik sebenarnya adalah Sintua yang berhati Sintua. Mengapa kita membahas penatua dan keluarga? Apakah kita ada masalah di antara penatua dan keluarga? Atau, apakah para keluarga penatua tidak mendukung pelaksanaan tugas penatua di GKPA? Atau, apakah para penatua tidak mau melibatkan keluarganya dalam melaksanakan tugas kepenatuaannya? Terlepas dari semua pertanyaan itu, pada hari ini kita akan kembali disegarkan akan hubungan penatua dengan keluarga di GKPA agar kita mampu menjadi Sintua yang baik di GKPA. Sintua yang membantu (”mangurupi”) Pandita (baca: Kerajaan Allah/Gereja) di dunia ini. A. SINTUA GKPA DALAM PELAYANANNYA Untuk dapat melihat sejauh mana peran keluarga Sintua dalam mendukung pelaksanaan tugas hasintuaon di GKPA ini, maka terlebih dahulu kita melihat apa sebenarnya tugas-tugas para Sintua di GKPA dan bagaimakah mereka seharusnya bersikap dan bertingkah laku di dalam pelayanan Jemaat GKPA. Sebelum kita membahas tugas hasintuaon itu, mari kita melihat dulu tugas pelayanan Gereja secara menyeluruh. Pelayanan gereja tentu tidak hanya pelayanan Mimbar (khotbah, evanggelisasi ) dan seremonial (Ibadah/sakramen), Penatalayanan Administrasi dan Keuangan/manajemen gereja, tetapi sangat luas dan menyangkut bidang (masalah): (1) Pelayanan Persekutuan (koinonia) jemaat secara kategorial yang berkaitan dengan kehidupan pribadi, keluarga yang terkait dengan kehidupan rohani, mental, sosial-ekonomi, bahkan juga terkait karena masalah budaya - masyarakat dan politik di mana gereja kita berada/sekitar jemaat. (2) Pelayanan gereja juga Menyangkut Pelayanan yang berkaitan dengan Pelayanan Marturia; pekabaran Injil ke dalam dan ke luar; dan (3) Pelayanan Diakonia Gereja di tengah dunia ini untuk kalangan jemaat itu sendiri dan di luar jemaat juga. Jemaat hidup dan berada di tengah-tengah dunia; dunia yang terkait dengan kebutuhan Jasmani (pangan - sandang, papan), kebutuhan Sosial (dihargai - dihormati - dikasihi - disayangi) dan kebutuhan Rohani (aktualisasi diri, tenang, aman, damai sejahtera). Mau tidak mau jemaat berada dan bahkan mungkin mengalami 4 S (Susah, Sakit, Stress dan Stroke) sebelum Stop . . . . berakhir. Gereja dalam tritugas panggilannya sebagai Pelayan/Sintua Gereja kepada “warga jemaat/Gereja”, sebagai Tubuh Kristus (Persekutuan orang percaya), yang melayani (dalam arti teologis); melindungi, menjaga, memelihara, memberi makan, membangun, membina, memberi nilai kwalitas dan kwantitas jemaat secara rohani dan jasmani, sebagaimana Allah menggembalakan umatNya (Mzm. 23, Yehz. 34, Yoh. 10). Panggilan gereja (orang percaya/pelayan): seperti yang dipraktikkan Tuhan Yesus Kristus pada masa hidupnya (Yoh. 10, Yoh. 21:15-17): mengajar, berkhotbah, menyembuhkan, menghibur, melayani, memberi makan, mengunjungi dari desa ke desa, mengunjungi kota ke kota, kunjungan dari rumah ke rumah dan rumah ibadat, mendelegasikan tugas (pemuridan), menasehati dengan berbagai metode dan cara edukatif dan persuasive (teaching, Preaching, konseling dan Healing ). 1 Pendeta GKPA yang sedang melayani menjadi tenaga pengajar di STT Abdi Sabda Medan rsnh -- 1 Keterangan : K = Koinonia D = Diakonia M = Marturia R = Rohani, J = Jasmani S = Sosial