BIOLEARNING JOURNAL ISSN: 2406-8233; EISSN; 2406-8241 Volume 7 No. 1 Pebruari 2020 7 EFEK PERBEDAAN KONSENTRASI Smilax Sp TERHADAP EDEMI PADA Femur Gallus gallus domesticus Ferlin M Mandaku 1 , Aung Sumbono 2.3 , Ratna Prabawati 1 1 Program Studi Pendidikan Biologi UNIMUDA Sorong 2 LP3M UNIMUDA Sorong 3 Program Studi Farmasi UNIMUDA Sorong mandaku06@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini untuk mengetahui efek konsentrasi Smilax Sp terhadap edemi pada Femur Gallus gallus domesticus(Fgg). Metode yang dipakai adalah eksperimen menggunakan instrumen observasi, dokumentasi, mikroskop dan alat ukur. Tempat penelitian Laboratorium Terpadu UNIMUDA Sorong. Sampel yang digunakan ialah daun Smilax Sp masih segar dengan tingkat konsentrasi 5 gr, 10 gr, 15 gr, 25 gr, 30 gr, 40 gr, 45 gr, 55 gr, 60 gr, 65 gr, 70 gr, 75 gr, 80 gr, 85 gr, 90 gr, 95 gr dan Fgg berumur 1 bulan 17 ekor. Teknik analisis data yang digunakan ialah perbandingan dan persentase. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa aktivitas Smilax Sp dapat menyebabkan edemi pada Fgg, Perbedaan konsentrasi Smilax Sp menyebabkan tingkat perubahan edemi bervariasi pasang surut sehingga semakin tinggi tingkat konsentrasi yang diberikan maka semakin besar pula efek yang terjadi. Terjadi perubahan warna kulit dengan kode warna B22222, berkerut, penumpukan lemak pada permukaan bagian atas, pori pori menjadi lebih besar, iritasi hingga terjadi pemecahan pembuluh darah, terdapat cairan dengan kode warna FFFFE0 yang keluar dari jaringan subkutannya serta terjadi sedikit perubahan warna (kode warna FAFAD2) pada daging. Persentase edemi massa tertingginya sebesar 41,66%, keliling 66,67%, tebal 400% dan lebar 175%. Kata Kunci : Edemi, Konsentrasi, Smilax Sp ABSTRACT This research is to find out the effect of Smilax Sp concentration on edema in Femur Gallus gallus domesticus (Fgg). The method used was an experiment using observation instruments, documentation, microscopy and measuring instruments. The place of research the Laboratory Integrated of UNIMUDA Sorong. The sample used was fresh Smilax Sp leaves with a concentration level of 5 gr, 10 gr, 15 gr, 25 gr, 30 gr, 40 gr, 45 gr, 55 gr, 60 gr, 65 gr, 70 gr, 75 gr, 80 gr , 85 gr, 90 gr, 95 gr and Fgg 1 month 17 tails. The data analysis technique used is comparison and percentage. The results of the study can be concluded that the activity of Smilax Sp can cause edema in Fgg, the difference in Smilax Sp concentration causes the level of edema changes varies tides so that the higher the level of concentration given the greater the effect will occur. Changes in skin color with a color code B22222, wrinkling, accumulation of fat on the upper surface, pores become larger, irritation to blood vessel breakdown, there is a liquid with color code FFFFE0 that comes out of the subcutaneous tissue and there is a slight change in color (code color FAFAD2) on meat. The highest percentage mass of edema was 41.66%, circumference 66.67%, thickness 400% and width 175%. Keywords:Edema, Concentration, Smilax Sp 1 PENDAHULUAN Sejak zaman prasejarah, manusia telah menggunakan produk alami, seperti tanaman, hewan, mikroorganisme, dan organisme laut, dalam obat- obatan untuk meringankan dan mengobati berbagai macam penyakit (1). Namun yang paling dominan dari semua produk alami tersebut adalah tanaman karena menurut catatan fosil penggunaan tanaman oleh manusia sebagai salah satu sumber obat tradisional telah dilakukan selama kurang lebih 60.000 tahun (2). Penggunaan tanaman sebagai salah satu sumber obat tradisional yang bertujuan untuk penyembuhan secara alami juga membentuk asal mula dari adanya pengobatan modern (3). Hingga saat ini penggunaan obat tradisional yang berasal dari tanaman masih menjadi yang terbaik dan mendapat posisi sekitar 75 80 % dalam populasi dunia terutama di Negara berkembang karena masyarakat percaya bahwa obat tradisional terutama yang bersumber dari tanaman cenderung memiliki efek samping yang lebih rendah, murah dan ketersediaannya secara lokal (4). Selain itu komposisi yang ada pada obat tradisional tergantung pada beberapa faktor seperti bagian anatomi tanaman yang digunakan, misalnya (biji, daun, bunga, akar dan lain sebagainya) dan juga tempat penyimpanannya, intensitas cahaya matahari, kelembaban, jenis tanah, waktu panen, area geografis serta konsentrasinya (5). Salah satu Negara yang termasuk dalam kategori Negara berkembang adalah Negara Indonesia dengan tingkat keanekaragaman hayati terutama keanekaragaman spesies tumbuhan dan ekosistemnya yang sangat tinggi karena tercatat hingga saat ini Negara Indonesia memiliki sebanyak 39% tumbuhan endemik yang tersebar di berbagai daerah (6). Sumber