ANALSISIS PRODUKTIVITAS TUKANG BATU BATA PADA PEKERJAAN DINDING BATA MERAH Abdul Hamid Mahdy 1 , Vendie Abma 2 1 Mahasiswa Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia Email: 14511105@students.uii.ac.id 2 Staf Pengajar Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia Email: 155111310@staf.uii.ac.id Abstract: When talking about project productivity in developing countries, including Indonesia, it cannot be separated from labor productivity.This is because the characteristics of projects in Indonesia are still labor-oriented as the dominant factor in implementing a project. Productivity is used as a measure of whether the project is implemented effectively and efficiently or not. Productivity is a very important thing in completing a job. Lack of awareness of productivity is the cause of the low level of work produced. The writing of this study has the purpose of knowing the productivity of labor in the brick installation directly on the project. The analysis will be discussed in application through a method called MPDM (Method Productivity Delay Model). Based on the research that has been done and the results of the analysis and discussion that have been conducted as well, it can be concluded that the productivity of labor in working on the installation of bricks in the Project is an average of 1.7977 2 / hour. And the ideal productivity of labor in working on the installation of bricks in the Project is an average of 1.9619 2 / hour. Keywords: Productivity, MPDM, Brick Installation, labor 1. PENDAHULUAN Seiring dengan pesatnya pertumbuhan penduduk, maka otomatis kebutuhan hidup juga bertambah, proyek kontruksi merupakan salah satu yang memuat kebutuhan hidup, seperti proyek pembuatan rumah tinggal, kost-kostan, sekolah, gedung perkantoran dan sebagainya. Proyek konstruksi adalah suatu rangkaian kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan tertentu (bangunan konstruksi) dalam batasan waktu, biaya dan mutu tertentu. Adapun pihak-pihak yang terkait dalam pelaksanaan proyek konstruksi antara lain: pemilik, perencana, pelaksana, pengawas, pemerintah, pemakai bangunan, dan masyarakat. Selain itu, suatu pekerjaan proyek konstruksi perlu diimplementasikan dengan cara yang efektif dan efesien dari awal pelaksanaan hingga akhir proyek. Rangkaian kegiatan dalam proyek konstruksi diawali dangan lahirnya suatu gagasan yang muncul dari adanya kebutuhan dan dilanjutkan dengan penelitian terhadap kemungkinan terwujudnya gagasan tersebut (studi kelayakan). Selanjutnya dilakukan desain awal (preliminary design), desain rinci (detail desain), pengadaan sumber daya (procurement), pembangunan di lokasi yang telah disediakan (construction), dan pemeliharaan bangunan yang telah didirikan (maintenance) sampai dengan penyerahan bangunan kepada pemilik proyek. Suatu proyek konstruksi terdapat tiga hal penting