1 MASUKNYA ISLAM DI BENGKULU : TINJAUAN ARKEOLOGI Oleh: Retno Purwanti Balai Arkeologi Palembang Abstract Since 2007-2009 Balai Arkeologi Palembang have been revealed in research on the influence of Islam in Bengkulu. The material culture as a tomb, mosques and ceramic can be used to reconstruct the Islamic histoy periode in Bengkulu. Based on material culture and archives can be used to reconstruct the relative aspects of community life many years ago in Bengkulu. The data can be strengthened further by the existence of traces of the Islamic Kingdoms that once flourised in Bengkulu, whose existence was mentioned in the archives of British and Dutch colonial rule which had ruled in Bengkulu, and ancient manuscripts that are still kept by the resident. With reference to the sources of material that this paper seeks to reveal the preliminary of Islam in Bengkulu. Keywords : Islamic Kingdommaterial evidencearchive. 1. Pendahuluan Berdasarkan hasil penelitian Balai Arkeologi Palembang tahun 2001 telah ditemukan adanya beberapa situs dari masa Islam yang terkait dengan keberadaan Kerajaan Inderapura di Bengkulu Utara (Mujib, 2001). Selain Inderapura dikenal juga beberapa kerajaan kecil antara lain, Kerajaan Silebar, Kerajaan Sungai Lemau, Kerajaan Sungai Hitam dan Kerajaan Muko-Muko, yang tinggalan arkeologisnya masih berhasil diidentifikasikan pada penelitian pada tahun 2007 dan 2009. Keempat kerajaan ini merupakan komunitas- komunitas di wilayah Bengkulu terbentuk melalui konfederasi dari beberapa marga yang pada umumnya bersifat genealogis (Setiyanto, 2001: 1). Kerajaan-kerajaan yang pernah ada di Bengkulu tersebut eksistensinya bisa dirunut dalam arsip-arsip masa kolonial, baik Inggris maupun Belanda. Bahkan, sebelum munculnya pemerintahan kolonial, keberadaan Kerajaan Silebar, Kerajaan Sungai Lemau dan Kerajaan Sungai Hitam juga tercatat dalam naskah Sejarah Banten. Ketiga kerajaan tersebut merupakan penghasil utama lada yang menjadi komoditi andalan Kerajaan