The International Seminar QUOVADIS of Traditional Arts XIV “Cultural Edvancement in Character Education Strenghtnes” 2018 1 Kolecer traditional scientific toys that almost extinct (Analysis of traditional toys and the value of local wisdom of the Sundanese society) Adek Marhaenika, Tri Karyono Art Education, Universitas Pendidikan Indonesia, Jln. Dr. Setiabudhi No. 299, Bandung, Indonesia adekmarhaenika@upi.edu Abstract Sundanese people has been know and enjoy ‘Kolecer’ as a traditional wind whirligig toy that is placed on a field like a rice field or on a yard for so long. Traditionally, Kolecer also used to indicate change of weather and season. The unique thing of this toy is because it made from simple materials such as bamboo or wood and it also played by childrens and adults. This article aims to reveal the artistic value of the Kolecer and also to analyze the value of local wisdom contained in it. The approach used in this article is using multi-disciplined approaces. The result of this article shows that kolecer is not simply a toy for entertainment purpose only, but also carriess moral message from the philosophy of Sundanese society's perspective which is related to cosmological thinking that is still adhered to in the custom of Sundanese traditional community. Keywords: Kolecer, Traditional Toy, toys, Sundanese Local Wisdom Pendahuluan Indonesia adalah negara kepulauan besar yang memiliki beranekaragam jenis mainan tradisional unik dari masing-masing daerahnya, baik yang berasal dari kebudayaan daerah asal maupun yang diadopsi dari budaya luar yang masuk ke Indonesia dan dimainkan mengikuti tata cara, adat dan budaya bangsa Indonesia. Namun seiring pesatnya kemajuan zaman banyak sekali mainan tradisional semakin ditinggalkan dan tergantikan oleh main-mainan modern. Dari sekian banyak jenis mainan tradisional yang ada tersebut, penulis tertarik untuk memaparkan tentang “Kolecer” salah satu mainan tradisional dari masyarakat sunda dan mencoba untuk mengkaji makna artistik dan nilai kearifan lokal yang bisa dipelajari dari mainan tradisional tersebut. “Kolecer” (Sunda) atau “Kitiran Angin” (Jawa) atau “Baliang-baliang” (Sumatra) atau “Pindekan” (Bali) yang dalam bahasa inggris juga sering disebut wind whirligig adalah mainan hasil kreasi manusia yang terbuat dari bambu atau kayu dan