KHALWAT DAN UZLAH DALAM UPAYA PENCEGAHAN COVID 19 Oleh Qoerul Ahmad Tabiin edu.qoerulahmad@madrasah.id Disusun untuk Memenuhi Tugas Akhir Mata Kuliah Filsafat dan Teologi Islam FITK UIN Walisongo Program Beasiswa Dosen Pengampu : DR.H.Abdul Muhaya, M.A A. Pendahuluan Akhir tahun 2019 dunia dikejutkan dengan adanya new emerging infectious disease di China yang disebabkan oleh Coronavirus Disease (Covid- 19). Hal ini mengingatkan pada kejadian 17 tahun yang lalu, di mana wabah Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) muncul pertama kali di China. Jika dilihat dari tingkat kematian akibat virus tersebut (Case Fatality Rate atau CFR), CFR Covid-19 lebih rendah dibandingkan dengan CFR SARS, yaitu sebesar 2% sedangkan SARS mencapai 10%. Walaupun CFR lebih rendah tetapi kasus Covid- 19 berkembang dengan cepat dan telah menyebar di 27 negara lainnya. Terdapat 4.241 kasus positif virus Corona (COVID-19) yang tersebar di 34 provinsi Indonesia hingga Minggu (12/4/2020), yang terbanyak di DKI Jakarta dengan 2.044 kasus. Sementara itu, total ada 1.786.769 kasus COVID-19 di 210 negara seluruh dunia. Berdasarkan data terbaru Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pada Minggu (12/4) pukul 16.00 WIB, dari total 4.241 kasus positif virus Corona, tercatat 3.509 orang dalam perawatan (82,74 persen), 359 orang dinyatakan sembuh dari infeksi (8,47 persen), dan 373 meninggal (8,79 persen). Pada Minggu (12/4) tercatat ada 399 kasus baru infeksi COVID-19, yang menunjukkan tren kenaikan dibandingkan dua hari sebelumnya, yaitu Jumat (10/4) dengan 219 kasus baru dan Sabtu (11/4) dengan 330 kasus baru. Sementara itu, jumlah orang yang sembuh dari virus corona pada Minggu (12/4) mencapa 73 orang, atau melonjak dari Sabtu (11/4) dengan 4 pasien sembuh. Jumlah 73 orang sembuh ini adalah yang terbanyak dalam 24 jam sejak konfirmasi kasus pertama