KEBUTUHAN AIR BEBERAPA KOMODITAS TANAMAN O l e h : Subhan Arif Budiman 1 Air merupakan material essensial yang dibutuhkan oleh semua makhluk hidup termasuk tumbuhan. Untuk dapat mencapai hasil produksi maksimal, kebutuhan air tanaman harus terpenuhi. Kekurangan air dapat menyebabkan fase pertumbuhan tanaman lebih cepat sehingga vigor tanaman menjadi kerdil dan jumlah karbohidrat yang dihasilkan menjadi terbatas. Penampakan secara visual, tanaman akan mengalami penurunan produksi hingga berakibat pada terganggunya pertumbuhan tanaman. Sebaliknya, kelebihan air juga tidak bagus karena dapat menyebabkan akar khususnya akar rambut menjadi busuk. Akar rambut tersebut sangat vital bagi pertumbuhan karena akar rambut memiliki luas permukaan paling luas dibandingkan bagian akar lain dan berfungsi sebagai garda terdepan dalam proses pertukaran hara tanah-tanaman. Gangguan pada akar rambut tidak hanya dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan, tetapi tanaman bisa jadi akan sampai pada fase layu permanen. Jumlah air yang dibutuhkan oleh tanaman diekspresikan sebagai jumlah air yang dapat diuapkan oleh tumbuhan melalui proses transpirasi. Proses transpirasi baru dapat berjalan maksimal bila berjalan mulai dari akar, batang, cabang, daun hingga menguap ke udara. Satu catatan adalah bahwa jumlah air yang diambil oleh akar juga harus terpenuhi sehingga secara filosofi, jumlah air yang dibutuhkan oleh tanaman tidak hanya jumlah air yang diuapkan melalui transpirasi tetapi juga air yang diuapkan oleh tanah melalui proses evaporasi. Gabungan dari proses Evaporasi tanah dan Transpirasi tanaman dikenal dengan proses Evapotranspirasi. Proses Evaporasi (penguapan) adalah proses dimana air dalam fase cair diubah menjadi uap air (penguapan) dan dikeluarkan dari permukaan. Air menguap dari berbagai variasi permukaan seperti danau, sungai, trotoar, tanah dan vegetasi basah. Energi diperlukan untuk mengubah keadaan molekul air dari cairan menjadi uap. Radiasi matahari langsung dan pada tingkat yang lebih rendah, suhu lingkungan udara memberikan energi ini. Kekuatan penggerak untuk menghilangkan uap air dari penguapan permukaan adalah perbedaan antara tekanan uap air di permukaan dengan atmosfer di sekitarnya. Sebagai hasil penguapan, udara di sekitarnya menjadi sedikit jenuh dan prosesnya akan melambat dan bisa berhenti jika udara basah tidak dipindahkan ke atmosfer. Terkait proses evaporasi penggantian udara jenuh dengan udara kering sangat bergantung pada kecepatan angin, radiasi matahari, suhu udara, kelembaban udara dimana kecepatan angin merupakan parameter klimatologis utama yang dipertimbangkan saat mengukur proses penguapan. Saat penguapan terjadi pada permukaan tanah, tingkat naungan kanopi tanaman dan jumlah air yang tersedia di permukaan merupakan faktor utama yang berpengaruh dalam proses penguapan. Kejadian-kejadian hujan, irigasi dan air dari lapisan air dangkal (shallow water table) diangkut ke lapisan tanah yang lebih atas yang kemudian akan membasahi permukaan tanah. Ketika tanah mampu memasok air cukup cepat untuk memenuhi proses penguapan, penguapan dari tanah hanya ditentukan oleh kondisi meteorologi. Namun, ketika interval hujan dan Irigasi menjadi lebar dan kemampuan tanah untuk memenuhi kelembaban permukaan menurun, kandungan air pada tanah 1 Staf Pengajar Jurusan Tanah Faperta UNEJ citation : Tingkat Kelayakan Sumber Gluduk, Bintoro untuk Air Bersih dan Pengairan Pertanian, Desember 2017