ALAT PERAGA EDUKATIF PUZZLE BANGTAR JURANG, SEBAGAI SOLUSI BELAJAR MATEMATIKA UNTUK KELAS III SD/MI DISAAT PANDEMI Oleh: Maulida Hasanah Mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP UNSIKA Maulida.hasanah17133@student.unsika.ac.id. ABSTRAK Dunia Pendidikan saat ini merasakan dampak hadirnya virus covid-19 pada awal tahun 2020. Hal tersebut membuat Maka dari itu, inovasi disituasi seperti ini sangat diperlukan, tujuannya agar proses Pendidikan terus berlangsung meski tidak dilakukan di ruang kelas. Dalam penelitian ini inovasi pembelajaran yang dibuat dalam menunjang proses belajar siswa kelas III SD pada materi bangun datar, penjumlahan dan pengurangan yaitu alat peraga edukatif Puzzle Bangtar Jurang. Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui peningkatan minat belajar siswa setelah menggunakan alat peraga edukatif Puzzle Bangtar Jurang. Metode eksperimen digunakan dalam penelitian ini dengan sampel 9 siswa kelas III SD melalui teknik Probability Sampling jenis Simple Random Sampling. Hasil penelitian diperoleh bahwa yaitu alat peraga edukatif Puzzle Bangtar Jurang memberikan peningkatan terhadap minat belajar siswa. I. PENDAHULUAN Alat Peraga Edukatif merupakan salah satu inovasi Pendidikan untuk menumbuhkan minat belajar matematika. Menurut Wijaya dalam Dewi (2016) yang dimaksud alat peraga pendidikan adalah media pendidikan yang berperan sebagai perangsang belajar dan dapat menumbuhkan motivasi belajar sehingga siswa tidak menjadi bosan dalam meraih tujuan-tujuan belajar. Dengan melihat kondisi minat beberapa siswa kelas 1-3 SD didaerah Subang, maka memungkinkan jika pemanfaatan alat peraga berbasis permainan edukatif digunakan dalam proses belajar, baik secara mandiri di rumah masing-masing maupun secara berkelompok. Melalui pendekatan ini diharapkan siswa memiliki minat belajar yang tinggi terhadap matematika agar memperoleh hasil belajar yang optimal. Menurut Sutomo dalam Zulkarnain (2016), Alat peraga memiliki manfaat yang sangat baik dalam menunjang proses belajar karena dengan digunakanya alat peraga siswa akan lebih mudah memahami materi yang disampaikan karena siswa dituntut untuk melatih keterampilan mereka dengan menggunakan sebanyak mungkin alat indra. Selain itu alat peraga dalam proses belajar merupakan media yang realalisme sehingga siswa yang menerima akan lebih menaruh perhatiannya dan apabila digunakan dalam proses belajar sesuai dengan peruntukanya, diharapkan akan dapat berdampak terhadap minat belajar siswa.