LEKSIKOSTATISTIK BAHASA BUGIS DAN BAHASA TORAJA (Lexicostatistic of Bugis Language and Toraja Language) oleh/by Dewi Mayangsari Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada Jalan Sosio Humaniora Bulaksumur, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281 Pos-el: dewimayangsari94@mail.ugm.ac.id *) Diterima: 2020 Disetujui: 2020 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menunjukkan waktu pisah dari bahasa proto antara bahasa Bugis dan bahasa Toraja. Pengumpulan data dilakukan dengan metode padan referensial. Analisis data dilakukan dengan metode leksikostatistik. Adapun metode penyajian hasil menggunakan metode informal dan formal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa Bugis dan bahasa Toraja memiliki persentase 53% kekerabatan. Berdasarkan perhitungan leksikostatistik, dari 200 kosakata dasar Swadesh pada bahasa Bugis dan bahasa Toraja, ditemukan 101 kosakata kerabat dan 90 nonkerabat. Simpulan penelitian ini adalah bahwa bahasa Bugis dan bahasa Toraja berkerabat serta termasuk dalam tingkatan keluarga bahasa. Kata kunci: bahasa Bugis, bahasa Toraja, leksikostatistik ABSTRACT This study aims to investigates the presumed time of language separation of proto languages, namely Bugis and Toraja languages. The methods applied in this study covers both data collecting method, namely a referential equivalent method, and data analysing method, namely a lexicostatistic method. Moreover, the results of the analysis are presented in both formal and informal methods. The study reveals that Bugis and Toraja languages have a 53% of kinship percentage. Based on lexicostatistic calculations, from 200 Swadesh basic vocabularies in Bugis and Toraja languages there were found 101 relatives and 90 non-relatives. The conclusions of this study are that Bugis and Toraja languages are related and belong to the language family level. Keywords: Bugis language, Toraja language, lexicostatistics PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara yang memiliki bahasa yang cukup beragam. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika setiap daerah memiliki bahasa yang berbeda pula. Setiap bahasa secara signifikan dalam beberapa periode bahasa mengalami perubahan sejalan dengan perpindahan penutur bahasa. Bahasa-bahasa yang ada di Indonesia tentu memiliki rumpun bahasa. Menurut S.J. Esser (dalam Saidi, 1994: 15–16), bahasa yang ada