52 PERAN BUZZER MEDIA SOSIAL DALAM MEMPERKUAT EKOSISTEM PEMASARAN DIGITAL Bambang Arianto Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta ariantobambang@unu-jogja.ac.id ABSTRACT This article explains the role of social media buzzers that discuss the Pasar Kakilangit Mangunan Bantul to residents through hashtags which have become trending on Twitter topics. With creative content such as; videos, memes and texts, social media buzzers receive unique approval from Kakilangit Market to citizens. Through the hashtag #PasarKakilangit which can be included in the Twitter Indonesia trending topic, the buzzers together support the promotion of Pasar Kakilangit products to viral and widely known by citizens. The presence of social media buzzers has built a new culture and new knowledge of the importance of trending Twitter topics in increasing the promotion of digital products and services. This article proves that media buzzer has supported positively in strengthening the digital marketing ecosystem. Keywords: buzzer, social media, digital marketing PENDAHULUAN Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APJII) menyebut bahwa penetrasi pengguna internet di Indonesia mencapai 64,8% di tahun 2018. Hasil survei asosiasi tersebut menunjukkan bahwa penetrasi pengguna internet di Indonesia tahun 2018 naik 10,12 % dari tahun sebelumnya. Kenaikan ini mencapai 27 juta pengguna. Artinya, ada 171,17 juta jiwa pengguna internet dari total 246,16 juta jiwa penduduk Indonesia berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik). Dengan demikian, hasil riset tersebut mencatat, kontribusi pengguna internet per wilayah paling banyak terdapat di pulau Jawa yakni mencapai 55 %, kemudian disusul oleh Sumatera (21%), Sulawesi-Maluku-Papua (10%), Kalimantan (9%), serta Bali dan Nusa Tenggara (5%) (Katadata.co.id, 2018). Identifikasi tersebut menegaskan bahwa Indonesia kedepan akan menjadi salah satu pasar potensial dari ekonomi digital. Karena hampir semua sendi kehidupan saat ini melibatkan internet, termasuk pemanfaatan media sosial jadi tidak salah bila penelitian The Guardian, menyatakan telah terjadi lonjakan pendapatan iklan media sosial. Jika merujuk pendapatan iklan Facebook pada kuartal pertama tahun 2017 melonjak 51% menjadi US$ 7,86 miliar atau lebih tinggi dari ekspektasi awal yang senilai US$ 7,68 miliar. Hal itu sedikit berbeda dari Twitter Inc yang tengah mengalami penurunan pendapatan iklan sebesar 11% menjadi US$ 474 juta dan mencatatkan kerugian US$ 62 juta. Gambaran perihal kenaikan iklan Facebook dan Twitter kian menunjukan akan pentingnya media sosial dalam membangun ekosistem bisnis digital (Kontan.co.id, 2018). Data pengguna media sosial di Indonesia menurut temuan We Are Social, bersama dengan Hootsuite dalam laporan "Digital Around The World 2019" menunjukan bahwa ada sekitar 150 juta pengguna media sosial dengan penetrasi 49 persen pada Januari 2019. Platform media sosial publik yang paling diminati di Indonesia yaitu Youtube (88 persen), Facebook (81%), Instagram (80%) dan Twitter (52%). Sedangkan generasi yang