LANDASAN ONTOLOGIS SOSIALISME Reno Wikandaru Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada Email: renowikandaru@ugm.ac.id Budhi Cahyo Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada Abstrak Sosialisme adalah ideologi yang beranggapan bahwa pemilikan bersama meru- pakan cara hidup yang paling baik. Sosialisme tidak menyukai adanya hak milik pribadi karena hak milik pribadi membuat manusia egois dan menghan- curkan keselarasan masyarakat yang alami. Sosialisme menginginkan pengor- ganisasian produksi oleh negara sebagai saran untuk menghapus kemiskinan dan penghisapan orang kecil. Sosialisme menyerukan persamaan hak bagi se- mua lapisan, golongan, dan kelas masyarakat dalam menikmati kesejahteraan, kekayaan dan kemakmuran. Sosialisme menginginkan pembagian keadilan da- lam ekonomi. Tugas negara adalah mengamankan sebanyak mungkin faktor produksi untuk kesejahteraan seluruh rakyat, dan bukan terpusat pada kesejah- teraan pribadi. Sosialisme menganggap bahwa negara adalah lembaga di atas masyarakat yang mengatur masyarakat tanpa pamrih. Nilai-nilai utama da- lam sosialisme adalah kesamaan, kerja sama, dan kasih sayang. Produksi dila- kukan atas dasar kegunaan dan bukan untuk mencari keuntungan semata- mata. Persaingan yang kompetitif digantikan dengan perencanaan. Setiap orang bekerja demi komunitas dan memberi kontribusi pada kebaikan bersama sehingga muncul kepedulian terhadap orang lain. Kedua, landasan ontologis yang mendasari sosialisme berkaitan dengan kodrat etis manusia; sifat kodrati manusia; dan harmoni tatanan masyarakat. Sosialisme berpendapat bahwa ko- drat etis manusia adalah baik; sifat kodratinya adalah bersifat sosial; dan meng- anggap bahwa ada harmonitas atau keselarasan dalam tatanan masyarakat. Kata-kata Kunci: ideologi, sosialisme, ontology, goodness, society, harmony Abstract Socialism is an ideology assumed that shared ownership is the best way of life. Socialism did not proposed any private property because it makes people selfish and destroy the community harmony. Socialism wants the organization of pro- duction by the state as a suggestion to remove poverty and exploitation.