26 Al-Muaddib :Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman issn online : 2549-0427 | issn cetak : 2528-2492 | Vol. 5 No. 1 (2020) | 26-35 DOI: http://dx.doi.org/10.31604/muaddib.v5i1.12-25 GERAKAN BUPOLO MEMBACA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MASYARAKAT DI KABUPATEN BURU Abdi Wael 1) , M Chairul Basrun Umanailo 2) 1) Fakultas Agama Islam, Universitas Iqra Buru 2 )Fakultas Pertanian dan Kehutanan, Universitas Iqra Buru abdiwael.uniqbu@gmail.com ABSTRAK Gerakan Buru Membaca merupakan inisiasi pengabdian dari Universitas Iqra Buru yang kemudian menjadi salah satu program Pemerintah Kabupaten Buru yang telah dijalankan sejak Tahun 2017. Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan serta menciptakan kebiasaan membaca masyarakat di Kabupaten Buru. Penelitian ini merupakan studi kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Gerakan Buru Membaca di Kabupaten Buru. Lokasi penelitian di fokuskan pada Kecamatan Namlea dengan pertimbangan kepadatan serta heterogenitas masyarakat. Jumlah informan yang akan diwawancara sebanyak 40 orang yang diambil secara purposive. Teknik analisis yang digunakan mengikuti konsep yang diberikan Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan membaca mendapat respon positif dari masyarakat serta pemerintah desa dimana peran aktif diwujudkan dengan ketersediaan perpustakaan desa, ruang belajar serta rumah belajar. Ketersediaan mobil keliling cakupannya baru melayani untuk Desa Namlea dengan mengutamakan layanan pada ruang terbuka maupun ruang publik, sementara untuk desa-desa lainnya masih masih berupa partisipasi pihak pemerintah desa maupun masyarakat untuk menyediakan ruang baca dan belajar. Namun demikian, gerakan ini masih menyisakan beberapa kendala, seperti ketersediaan jenis buku yang masih bersifat umum, belum terfokus berdasarkan kelompok sasaran serta belum ada pendampingan pada rumah baca dan rumah belajar sehingga pemanfaatan sarana tersebut bagi masyarakat usia sekolah belum sepenuhnya produktif. Kata kunci: gerakan, gencar, pembelajaran, masyarakat Pendahuluan Kecamatan Namlea merupakan Ibukota Kabupaten Buru terdiri dari 7 desa dan 11 dusun. Luas wilayah Kecamatan Namlea 226,55 Km² serta memiliki jumlah penduduk terbanyak di Kabupaten Buru. Penduduk Kecamatan Namlea menurut data Biro Pusat Statistik tahun 2018 adalah 34.326 jiwa. Jumlah ini bertambah terus setiap tahun dengan laju pertumbuhan penduduk 6,26 persen (Data BPS, 2018). Dengan pertambahan penduduk ini, secara tidak langsung mengakibatkan semakin tinggi heterogenitas penduduk yang berada di Kecamatan Namlea . Fenomena peningkatan kepadatan penduduk yang cepat dapat mengakibatkan heterogenitas menjadi sebuah ancaman yang dapat mengganggu proses kehidupan bermasyarakat. Memahami karakter masyarakat Kabupaten Buru sebagai Karakter masyarakat yang heterogen, sebagai konsekuensi dari pertumbuhan daerah baru yang memiliki berbagai potensi sumberdaya alam yang melimpah serta kondisi masyarakat yang semakin majemuk maka pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan bersama-sama dengan Universitas Iqra Buru