65 ZIRAA’AH, Volume 43 Nomor 1, Pebruari 2018 Halaman 65-69 ISSN ELEKTRONIK 2355-3545 PENGARUH PENGGUNAAN PARANET SEBAGAI PELINDUNG SEMENTARA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao, L) (Influence the Use of Paranet As a Temporary Protector Against The Growth of Cocoa Plants (Theobroma cacao, L ) Sukadi Widyaiswara Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang Email : sukadiwi24@gmail.com ABSTRACT Plants cocoa to grow well need a tree protective while and tree protective remain. Preparation of the plants protection while and plants protection remain done during 12-18 months before the cocoa planted. Using paranet as a protective while can accelerate the time planting cocoa. This result was conducted in the experemintal BBPP Binuang for 13month of October 2016 until the month of December 2017. Reach done by planting cocoa Hibrid F1 along with the installation of paranet individually and as well planting lamtoro protector remain.The result showed that growth in cocoa can grow well, at age month was formed jorket by the number of 5- 6 branch, where in cut so that the remaining 3 branch symetric, average high jorket 109,6 centimeters from the ground. Plants cocoa already flowering after the age of 13 months. Key words : Cocoa, Paranet, Protector PENDAHULUAN Kakao (Theobroma cacao, L) merupakan salah komoditas perkebunan yang sesuai untuk perkebunan rakyat, karena tanaman ini dapat berbunga dan berbuah sepanjang tahun, sehingga dapat menjadi sumber pendapatan harian atau mingguan bagi pekebun. Luas areal kakao nasional pada tahun 2013 mencapai 1.740.612 Ha atau sekitar 95% dikelola oleh rakyat yang melibatkan sekitar 1,66 juta KK petani (Anonim, 2015) Kakao termasuk golongan tanaman C3, yaitu tanaman yang mampu berfotosintesis pada suhu daun rendah. Tanamann yang tergolong C3 membutuhkan temperatur optimum 10 – 25 0 C. Dengan demikian dengan adanya pohon pelindung akan mempengaruhi kemampuan daun untuk melakukan proses fotosintesis (Siregar.H, Riyadi.S dkk, 2005).Dalam pertumbuhan tanaman kakao dibutuhkan sinar matahari yang masuk sekitar 60 – 80 % dari cahaya langsug, dan tergantung pada musim yaitu pada musim kemarau naungan yang diberikan lebih banyak dari pada musim hujan. Oleh karena itu dalam budidaya kakao memerlukan naungan. Tananam kakao yang dalam budidayanya memerlukan naungan sementara dan naungan tetap, maka walaupun telah diperoleh lahan yang sesuai, sebelum penanaman kakao tetap diperlukan persiapan naungan. Tanpa persiapan naungan yang baik, pengembangan tanaman kakao akan sulit diharapkan keberhasilannya. Oleh karena itu persiapan lahan dan naungan, sebagai penaung merupakan hal penting yang perlu diperhatikan dalam budidaya kakao. Persiapan pohon pelindung hendaknya ditanam 12 – 18 bulan sebelum kakao ditanam dilapangan. Hal ini juga mengisyaratkan bahwa kakao harus sudah dibibitkan 4 – 6 bulan sebelumnya. Waktu