Yulia Fuzzy Logic Kepuasan Siswa 32 Fuzzy Logic Untuk Menentukan Kepuasan Siswa Terhadap Sarana Dan Prasarana Sekolah Dengan Menggunakan Metode Sugeno Yulia a , Ainul Mardiah b ab Universitas Putera Batam, Jl. R. Soeprapto Mukakuning, Batam 29434, Indonesia INFORMASIARTIKEL ABSTRACT Sejarah Artikel: Diterima Redaksi: 1 Februari 2018 Revisi Akhir: 10 Maret 2018 Diterbitkan Online: 23 Maret 2018 Education is a communication activity that essentially is the delivery and exchange of messages to the learners. Educational tools are considered to help the success of the educational process. Educational tools are tools and equipments that are directly used and support the educational process, especially the teaching and learning process, such as buildings, classrooms, desks, and tools and teaching media. But sometimes students' satisfaction with school facilities can not be a support for the alignment of the learning process itself, which ultimately affects the passing standards, student conditions, achievement, academic, non-academic achievement, personality, management, leadership, curriculum, teachers, principals, support staff, organization and administration, infrastructure, financing, school regulation, public relations and school culture. Fuzzy logic is a way to map an input space into an output space. With fuzzy logic something that can have values between range 0 and 1. "Fuzzy" means blurred or vague. Fuzzy logic is believed to be very flexible and also has data tolerance. With the application of fuzzy logic in decision support by using Sugeno method is expected to produce a model so that decisions are taken exactly on target and in accordance with the expected. KATA KUNCI Fuzzy Logic Kepuasan Siswa Sarana Prasana Sugeno KORESPONDENSI No HP: +62 81266820607 E-mail: yulia_edwar@yahoo.co.id 1. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan kegiatan komunikasi yang intinya adalah penyampaian dan pertukaran pesan pada paserta didik. Sarana pendidikan dipandang dapat membantu keberhasilan proses pendidikan. Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan khususnya proses belajar mengajar, seperti gedung, ruang kelas, meja kursi, serta alat-alat dan media pengajaran[1] Namun terkadang banyak terjadi kepuasan siswa terhadap fasilitas sekolah tidak dapat menjadi suatu penunjang untuk keselarasan jalannya proses belajar mengajar itu sendiri yang pada akhirnya berpengaruh kepada standar kelulusan, kondisi siswa, prestasi, akademik, prestasi non-akademik, kepribadian, manajemen, kepemimpinan, kurikulum, guru, kepala sekolah, tenaga pendukung, organisasi dan administrasi, sarana prasarana, pembiayaan, regulasi sekolah, hubungan masyarakat dan kultur sekolah. Pihak sekolah dituntut harus mampu memenuhi kebutuhan sarana prasarana, sehingga dapat meningkatkan kualitas melalui evaluasi pendidikan tersebut. Evaluasi merupakan upaya memperbaiki kualitas pendidikan khususnya di SMP Negeri 11 Batam. Perbaikan ini dilakukan menyeluruh terhadap unsur-unsur yang terkait di dalamnya.SMP Negeri 11 Batam merupakan salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri di Provinsi Kepulauan Riau. Sama halnya dengan SMP pada umumnya di Indonesia dengan masa pendidikan tiga tahun pelajaran, mulai dari kelas VII sampai Kelas IX. SMP N 11 Batam memiliki total 22 ruang kelas. Melihat pentingnya pengukuran tingkat kepuasan siswa terhadap evaluasi pelaksanaan sistem pendidikan dan pembelajaran, dibutuhkan suatu wadah pengukuran tingkat kepuasan siswa tersebut. Untuk mencapai keberhasilan dalam sebuah bidang pendidikan, pihak sekolah harus memperhatikan kepuasan siswa sebagai pemakai fasilitas yang ada di sekolah yang menjadi dasar dari peningkatan kepuasan siswa sebagai suatu sasaran yang mendasar.Dalam hal ini peneliti akan melakukan penelitian kepada siswa dengan