Jurnal Paramurobi, Vol. 2, No. 2, Juli-Desember 2019 Pengaruh Multilingualisme dalam Dunia Pendidikan terhadap Nasionalisme peserta didik dan Kaidah Bahasa Indonesia Shidiq Ardianta Dosen FTIK IAIN Jember shidiqjember@gmail.com Abstract Multilingualism is the use of more than two languages in the communication process by one speaker to another. In essence multilingualism is common in heterogeneous societies, as in Indonesia, including in the world of education. The condition of bermultilingualisme that occurred in the world of education in addition to a positive effect, also has a negative effect. Positive effects that are generated from multilingualism in the world of education one of them is the creation of language diversity. Meanwhile, the negative effects that arise from multilingualism in the world of education - especially the mastery and use of foreign languages - are the interference of nationalism of learners and can undermine Indonesian rules. The nationalism of learners can be eroded because there is an element of excess pride when learners use a foreign language rather than using the Indonesian language. Meanwhile, examples of foreign language interference - for example English - occur at the phrase construction level, the use of conjunctions, sentence constructions, and so on. One alternative solution to prevent the erosion of the nationalism of learners and the destruction of Indonesian rules as a result of foreign language interference (English) is to apply the method of translation. With the method of translation, learners slightly constrained dependence on foreign language mastery used as a language of instruction in books of instruction from outside and learners are always close to the Indonesian language. Keywords: multilingualism, education, nationalism, Indonesia language rules Abstrak Multilingualisme merupakan penggunaan lebih dari dua bahasa dalam proses komunikasi oleh seorang penutur satu dengan lainnya. Pada hakikatnya multilingualisme lazim terjadi pada masyarakat yang heterogen, seperti di Indonesia termasuk dalam dunia pendidikannya. Kondisi bermultilingualisme yang terjadi dalam dunia pendidikan selain berefek positif, juga berefek negatif. Efek positif yang ditimbukan dari multilingualisme dalam dunia pendidikan salah satunya adalah terciptanya keanekeragaman berbahasa. Sementara itu, efek negatif yang timbul dari multilingualisme dalam dunia pendidikan--khususnya penguasaan dan penggunaan bahasa asing-- adalah adanya interferensi nasionalisme peserta didik dan dapat merusak kaidah bahasa Indonesia. Nasionalisme peserta didik dapat terkikis karena ada unsur kebanggaan yang berlebih ketika peserta didik menggunakan bahasa asing daripada menggunakan bahasa Indonesia. Sementara itu, contoh interferensi bahasa asing--sebagai contohnya bahasa Inggris--terjadi pada tataran konstruksi frasa, penggunaan konjungsi, konstruksi kalimat, dan sebaginya. Salah satu alternatif solusi untuk mencegah mengikisnya nasionalisme peserta didik dan rusaknya kaidah bahasa Indonesia sebagai akibat interferensi bahasa asing (bahasa Inggris) adalah menerapkan metode penerjemahan. Dengan metode penerjemahan, peserta didik sedikit terbatasi ketergantungannya terhadap penguasaan bahasa asing yang digunakan sebagai bahasa pengantar dalam buku-buku bahan ajar dari luar dan peserta didik selalu dekat dengan bahasa Indonesia. Kata kunci: Multilingualisme, Pendidikan, Nasionalisme, Kaidah Bahasa Indonesia