Pragmatisme Partai Islam: Strategi Politik Terbuka Partai Keadilan Sejahtera dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Tahun 2018 JISPO Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 2020, Vol. I0, No. 1: 1-21 https://journal.uinsgd.ac.id/ index.php/jispo/index © The Author(s) 2020 Amir Syamsuadi* Universitas Abdurrab, Riau, Indonesia Zamhasari Universitas Abdurrab, Riau, Indonesia Seri Hartati Universitas Abdurrab, Riau, Indonesia Liza Trisnawati Universitas Abdurrab, Riau, Indonesia * Penulis untuk korespondensi: Amir Syamsuadi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Abdurrab, Riau, Indonesia Email: amir.syamsuadi@univrab.ac.id Abstrak Artikel ini mengkaji strategi politik terbuka Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam memenangkan persaingan pemilihan gubernur dan wakil gubernur di Provinsi Riau pada tahun 2018. PKS dan partai koalisinya saat itu mengusung pasangan Syamsuar-Edy Natar. PKS melakukan sejumlah strategi politik untuk memenangkan persaingan tersebut, yaitu mobilisasi massa, optimalisasi koalisi partai, pemberdayaan politik, dan strategi komunikasi politik. Artikel ini berargumen bahwa untuk memenangkan persaingan politik, PKS membangun pragmatisme politik dengan menggunakan strategi politik terbuka dalam sistem politik demokrasi di Indonesia. Karena itu, anggapan bahwa PKS menganut ideologi Islam politik yang tertutup dan hanya menunggangi sistem demokrasi adalah kurang tepat. Sebagai partai Islam terbesar di Indonesia, PKS berhasil membuktikan bahwa pragmatisme politik melalui strategi politik terbuka menjadi kunci penopang keberhasilannya dalam persaingan politik di Indonesia. Kata-kata Kunci PKS, pragmatisme, strategi politik terbuka, partai Islam, pemilihan gubernur