Penerapan Teknologi Informasi Dalam Mendukung Manajemen Ritel ISSN 2088-2068 Prosiding Seminar Hasil Penelitian 2017 125 PRAANGGAPAN DALAM INTERVIEWAHOK DENGAN KOMPAS TV PERIHAL “KELUARNYA AHOK DARI GERINDRA” Dwi Pebrina Sinaga 1) , Eline Rozaliya Winarto 2) 1 Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Medicom Medan E-mail: dwipsng@gmail.com 2 Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia E-mail: eline.rw@unibi.ac.id ABSTRAK Judul penelitian ini adalah Praanggapan dalam Interview Ahok dengan Kompas TV perihal “Keluarnya Ahok dari Gerindra”. Interview adalah salah satu cara media mencari keterangan akan isu tertentu langsung dari nara sumbernya. Dalam sebuah interview, nara sumber akan ditanya begitu rupa sampai jawaban atas isu tersebut jelas kepada masyarakat dan interview terhadap politikuslah yang paling banyak menarik perhatian masyarakat. Politikus Ahok yang kini menjadi mantan gubernur Jakarta, ibu kota Indonesia, paling banyak menarik perhatian masyarakat. Tidak sedikit makna tersirat terkandung dalam setiap tuturan jawaban politikus tersebut, dan oleh karena itu praanggapan dianggap alat yang baik untuk mengetahui dasar pembicaraan penutur. Praanggapan yang muncul dalam interview Ahok ada sebanyak 21 dengan lima jenis praanggapan yang muncul, yaitu praanggapan konterfaktual sebanyak 33.3%, diikuti oleh praanggapan eksistensial sebanyak 24%, praanggapan struktural sebanyak 19%, praanggapan leksikal sebanyak 14.3%, dan praanggapan non-faktual sebanyak 9.5%. Melalui praanggapan struktural, dapat diketahui bahwa Ahok kecewa dengan Gerindra, partai dimana dia bernaung karena partai itu menjadi salah satu yang tidak ingin dia menjadi gubernur DKI Jakarta. Kata kunci: Praanggapan, Interview, Ahok, Gerindra Abstract The title of this research is Presupposition on an Interview of Ahok with Kompas TV regarding “Ahok Discharge from Gerindra”. Interview is one of the ways that media looks for information of certain issue from the interviewees. In an interview, the interviewee will be asked many questions thus media has a clear answer for the society. Moreover, an interview with the politician is the most attracting interview for the society. Politician Ahok who is now former governor of Jakarta, capital city of Indonesia, is the most attracting politician for society. There is not a little meaning on every speech of his answer, thus presupposition is a good means to figure out the actual conversation of the speaker. Furthermore, there are 21 presuppositions on Ahok interview consisting of five (5) types of presupposition such as counter-factual presupposition 33,3%, followed by existential presupposition 24%, structural presupposition 19%, lexical presupposition 14,3%, and non-factual presupposition 9,5%. It can be known through structural presupposition that Ahok is disappointed with Gerindra, the party in which he involved. Ahok thinks that Gerindra is one of the party which does not want him to be the governor of Jakarta. Keywords: Presupposition, Interview, Ahok, Gerindra