Mental Health 2018, Vol 4, No 2 Levels of Stress Related to Incidence of Gastritis in Adolescents Author : Elisabet Timesiun Wau * Jek Amidos Pardede Marthalena Simamora Affilation: Program Studi Ners Universitas Sari Mutiara Indonesia Correspondence: *jekpardedemi@rocketmail.com Abstrak Gastritis merupakan salah satu masalah kesehatan saluran pencernaan yang paling sering terjadi. Penyakit gastritis sering terjadi pada remaja, orang yang stres, pengkonsumsi alkohol dan obat-obatan anti inflamasi non steroid. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Hubungan Tingkat Stres Dengan Kejadian Gastritis Pada Remaja. Desain penelitian ini adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa/i SMA Esa Prakarsa Langkat. Teknik pengambilan sampel pada penelitian menggunakan simple random sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner yang sudah di uji validitas dan reabilitas Analisa data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tingkat stres pada responden mayoritas pada tingkat sedang yaitu sebanyak 91 orang (75,8%), kejadian gastritis pada responden mayoritas mengalami gastritis yaitu sebanyak 74 orang (61,7%) dan nilai p = 0,000 < 0,05. Kesimpulannya ada hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kejadian Gastritis pada remaja. Kata Kunci: Kejadian gastritis, remaja, stres Abstract Gastritis is one of the most common digestive tract health problems. Gastritis often occurs in adolescents, stressed people, alcohol users, and non-steroidal anti-inflammatory drugs. The purpose of this study was to determine the relationship of stress levels with the incidence of gastritis in adolescents. The design of this research is correlation analytic with cross-sectional approach. The population in this study were all students of SMA Esa Prakarsa in Langkat. The sampling technique in the study used simple random sampling. Data collection tools using a questionnaire that has been tested for validity and reliability Data analysis using the chi- square statistical test. The results showed the level of stress in the majority of respondents at a moderate level of 91 people (75.8%), the incidence of gastritis in the majority of respondents experiencing gastritis as many as 74 people (61.7%), and the value of p = 0,000 <0.05. In conclusion, there is a significant relationship between stress levels with the incidence of gastritis in adolescents Keywords: The incidence of gastritis, adolescence, stress PENDAHULUAN Gastritis merupakan salah satu masalah kesehatan saluran pencernaan yang paling sering terjadi. Penyakit gastritis sering terjadi pada remaja, orang-orang yang stres, pengkonsumsi alkohol dan obat-obatan anti inflamasi non steroid. Gejala yang timbul pada penyakit gastritis adalah rasa tidak enak pada perut, perut kembung, sakit kepala, mual, lidah berlapis (Gustin et al, 2012). Menurut World Health Organization (2015), angka kejadian gastritis di dunia sekitar 37,8%. Berdasarkan profil kesehatan Indonesia tahun 2012, gastritis merupakan salah satu penyakit dari 10 penyakit terbanyak pada pasien inap di rumah sakit di Indonesia dengan jumlah 3.483.175 kasus (Depkes, 2013). Sementara itu, di Rumah sakit umum Delia Kabupaten Langkat tahun 2017 gastritis menempati urutan ke-2 dengan jumlah penderita sebanyak 360 orang. Salah satu penyebab terjadinya gastritis adalah stres. Peningkatan stres yang berarti terjadi peningkatan rangsangan saraf otonom akan merangsang peningkatan sekresi gastrin dan merangsang peningkatan asam hidroklorida (HCL). Peningkatan HCL dapat