1 KEBIJAKAN POLITIK LUAR NEGERI AMERIKA TERHADAP INDONESIA PADA MASA PERANG DINGIN 1945-1958 M. Bagus Sekar Alam 1 Abstract United States (US) foreign policy in Indonesia during 1945-1958 was intended to block communism. Therefore, US supported Netherlands re- colonialism on Indonesia. Indonesia fought for this re-colonialism through battle and conference to get fair agreement. KMB (Round Table) conference between Indonesia and Netherlands was held in Den Haag to end Netherlands colonialism on Indonesia. PKI (Communism Party of Indonesia) growth which could turn Indonesia to become communism country was worried by US. Due to that, US involved actively in many intelligent activities and political violence in Indonesia, such as Cikini tragedy and PRR Permesta revolt. Kata-kata kunci: Amerika, Perang Dingin, kebijakan politik luar negeri A. Pendahuluan Perang Dingin adalah sebutan periode dimana terjadi konflik, ketegangan, dan kompetisi ideologi antara Amerika (AS) beserta sekutunya (Blok Barat) dengan Uni Soviet beserta sekutunya (Blok Timur). Istilah Perang Dingin diperkenalkan pertama kali pada tahun 1947 oleh Bernard Baruch dan Walter Lippman dari Amerika Serikat untuk menggambarkan hubungan ketegangan dan kompetisi yang terjadi di antara kedua negara adikuasa. Persaingan keduanya terjadi di berbagai bidang seperti dalam koalisi militer, ideologi, psikologi, intelijen, industri dan pengembangan teknologi, pertahanan, perlombaan nuklir, persenjataan, dan banyak lagi. Ditakutkan bahwa perang ini akan diramalkan berakhir dengan perang nuklir. Tetapi ramalan tersebut tidak pernah terjadi. Meskipun kedua negara adikuasa itu belum pernah bertempur secara langsung (face to face), akan tetapi konflik di antara keduanya secara tidak langsung telah menyebabkan berbagai konflik di belahan dunia dan perubahan tatanan dunia (world order). Seperti pecahnya perang Korea, jatuhnya China menjadi negara komunis, invasi Soviet 1 Staf Pengajar Jurusan Ilmu Sejarah, Fakultas Sastra dan Seni Rupa UNS.