1 TANTANGAN AKTIVITAS KERJA AKADEMIS DI TENGAH PANDEMI COVID-19 (1) Oleh: Rolles Nixon Palilingan (2) ABSTRAK Pandemi Covid-19 merupakan peristiwa yang mengagetkan dan tidak disangka-sangka akan terjadi. Hal ini menyebabkan sedikit kepanikan pada civitas akademica di Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta. Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi (TUPOKSI) civitas academica terganggu di tengah tuntutan agar tetap produktif. Dalam kondisi seperti ini, harus ada solusi yang memungkinkan kerja civitas academica tetap produktif dan ergonomis. Untuk memperoleh jawaban atas permasalahan ini, digunakan metode kajian pustaka, dengan menelusuri sumber- sumber, baik berupa buku, hasil-hasil penelitian, artikel prosiding, artikel jurnal, majalah ilmiah dan lain-lain, terutama yang terdapat dalam jaringan internet. Hasil pembahasan berdasarkan kajian pustaka yang dilakukan dapatlah ditarik kesimpulan bahwa: (1) Pandemi covid-19 menciptakan tantangan bagi civitas academica PT dalam melakukan aktivitas kerja agar tetap produktif dan ergonomis; (2) Produktivitas kerja civitas academica hanya mungkin dicapai dengan menerapkan perinsip-perinsip ergonomi; (3) Penguasaan dan penggunaan teknologi informasi secara tepat dan benar merupakan jawaban menghadapai tantangan pandemi covid- 19 agar tetap produktif dan ergonomis. 1. PENDAHULUAN Hampir semua Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta kaget dan ada sedikit kepanikan dalam menghadapi peristiwa yang tidak disangka-sangka akan terjadi yaitu pandemic covid-19. Banyak Perguruan Tinggi yang tidak siap menghadapi pandemi ini. Ketika pandemi dimulai, di awal Maret 2020, sebagai dosen, sebagai pimpinan, sebagai mahasiswa, dan sebagai pegawai administrasi/tenaga kependidikan, semua bertanya-tanya bagaimana melakukan aktivitas kerja masing-masing, atau bagaimana melakukan tugas pokok dan fungsi (TUPOKSI), dalam kondisi pandemi seperti ini. Pemerintah, juga menteri kesehatan, menginstruksikan untuk melakukan aktivitas kerja masing-masing dari rumah, social distancing dan physical distancing harus diterapkan. Kondisi akibat pandemi covid-19 sangat membatasi ruang gerak untuk melakukan aktivitas kerja civitas academica. Dosen terbatas dalam melakukan aktivitas belajar-mengajar. Walaupun banyak perguruan tinggi, sudah terbiasa dengan menggunakan blended learning, tetapi banyak juga yang baru mulai menggunakan bahkan, belum menggunakannya dalam perkuliahan. Dalam 1) Disampaikan pada Webinar Nasional S2 Pendidikan Olahraga PPS Unima, tanggal 4 Agustus 2020. 2) Dosen pada Juruan Fisika FMIPA Unima, dan Program Pascasarjana. Guru besar dalam bidang Fisika Lingkungan (Biofisika).