105 2020, Jurnal Lingko Volume 2 (1) Nur Seha PEMERTAHANAN BAHASA DAERAH DI LEMBAGA PENDIDIKAN BERBASIS AGAMA KABUPATEN PANDEGLANG LOCAL LANGUAGE MAINTENANCE IN RELIGIOUS-BASED EDUCATIONAL INSTITUTIONS IN PANDEGLANG Nur Seha 1 Alif Fatonah 2 Kantor Bahasa Banten Jalan Letnan Jidun, Lontar Baru, Kota Serang nursehan@gmail.com 1 , alifbalfr@gmail.com 2 Abstrak Kajian ini berdasar pada asumsi bahwa penggunaan bahasa daerah sudah mengalami penurunan pada sebagian besar anak-anak Banten. Sikap negatif pemilik bahasa daerah terutama generasi muda yaitu rasa bangga dan setia terhadap kepemilikan bahasa daerah sama sekali tidak terlihat. Hal itu menyebabkan tidak adanya kemauan dan motivasi untuk mempelajari bahasa daerah. Sumber data kajian adalah kuisoner yang telah diisi oleh 50 responden dan studi pustaka yang telah dilakukan sebelumnya terkait pemertahanan bahasa daerah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sementara itu, teori dalam kajian ini adalah sosiolinguistik. Berdasar hasil analis, penggunaan bahasa daerah di sekolah berbasis agama masih ditemukan, walaupun tingkat penggunaan bahasa daerah lebih rendah dibandingkan dengan bahasa Indonesia. Di lingkungan sekolah, sebagian besar responden menggunakan bahasa Indonesia untuk berkomunikasi dengan teman dan gurunya, baik saat pembelajaran maupun bertemu di lingkungan sekolah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemertahanan bahasa daerah di sekolah berbasis agama Kabupaten Pandeglang masih rendah. Walaupun masih ditemukan penggunaan bahasa daerah, intensitas penggunaannya masih tertinggal daripada bahasa Indonesia. Kata kunci: bahasa daerah, lembaga pendidikan, Pandeglang Abstract This study was based on an assumption that the use of local languages by most children in Banten has experienced a decrease in trend. The negative attitude of the local language owners, especially the younger generation, that is the sense of pride and loyalty towards the ownership of local language, has been completely invisible. This negative attitude has caused the lack of willingness and motivation to learn local languages. The data source of this study were questionnaires that have been flled by 50 respondents and literature study that has been done previously related to maintaining local languages. This research used a descriptive qualitative method. Meanwhile, the theory in this study was sociolinguistics. Based on data analysis, the use of local languages in religious-based schools was still found, although the level of local language use was lower than Indonesian. In the school environment, most respondents used Indonesian to communicate with their friends and teachers during learning activity and outside learning activity. Thus, it can be concluded that the maintenance of local languages in the religious- based schools in Pandeglang Regency was still low. Even though the use of local languages was still found, the intensity of use still lagged behind Indonesian. Keywords: local languages, educational institutions, Pandeglang Naskah Diterima 21 Februari 2020—Direvisi Akhir 22 Juni 2020—Diterima 22 Juni 2020