The First National Conference for Community Service Project (1 st NaCosPro 2019) “Empowering Society, Driving Change: Social Innovation” 23 PROGRAM PEMBUATAN SOP BIDANG KEUANGAN UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PADA UKM KAYU MANIS BATAM Wisnu Yuwono 1) , Nimatul Mamuriyah 2) 1,2 Universitas Internasional Batam 1 email: wisnu@uib.ac.id 2 email: nimatul@uib.ac.id Abstract Program of community service aims to improve the capabilities of Kayu Manis Batam SMEs in managing financial management through the making of SOPs conducted in April-August 2019. Methods in this activity include observation, FGD, program design and trial & error, and implementation. The results of the program activities have resulted in five SOPs in the financial sector that have been well implemented by SMEs. Kata Kunci: SOP, FGD, Manajemen Keuangan PENDAHULUAN UKM Manis berlokasi di Kota Batam Kepulauan Riau dan berdiri sejak tahun 2017 merupakan sebuah usaha yang bergerak dibidang desain interior yang memproduksi aneka ragam furniture sesuai model pesanan. Usaha ini berfokus pada pembuatan desain interior dan furnitur untuk industri maupun rumah tangga terutama dengan memanfaatkan palet (limbah kayu) sisa hasil pengepakan industri di Batam, disamping itu pengembangan saat ini juga telah menggunakan kayu yang baru. Sebagai kota industri dengan beragam industri manufaktur, Batam menghasilkan banyak limbah yang berupa kayu palet (kayu pinus) bekas packaging pengiriman bahan-bahan industri. Palet (limbah kayu) ini relatif mudah didapatkan serta dengan harga yang terjangkau. Kayu palet ini memiliki corak yang unik dan menarik apabila sudah menjadi furniture ataupun interior. Dengan modal dasar kayu palet yang murah sebagai bahan baku utama, maka usaha ini memiliki keunggulan diantaranya adalah harga yang bersaing serta kualitas produksi yang lebih baik apabila dibandingkan dengan jenis furnitur dari bubuk kayu. Berbagai produk yang sudah dipasarkan saat ini diantaranya furnitur dan interior untuk kantor, perusahaan, café, pabrik, interior untuk taman, wedding dan lain sebagainya. Strategi pemasaran yang dilakukan oleh UKM ini menggunakan sistem custom bagi pemesannya sesuai dengan keinginannya, ataupun calon konsumen juga bisa meminta pendapat dari pengelola usaha ini sebelum memesan produknya. Dalam perkembangan selama ini, usaha mitra ini belum memiliki laporan keuangan ataupun pencatatan keuangan yang memadahi yang bisa memberikan gambaran praktek aspek finansial bagi kelangsungnya usahanya. Adapun hal ini menyebabkan cashflow keuangan maupun petty cash yang tersedia belum tepat peruntukannya untuk membayar tagihan bahan baku, biaya operasional maupun keperluan lainnya. Disisi lainnya dari aspek penerimaan belum juga terkonsep yang jelas perihal pengelolaan piutang. Kondisi UMKM yang masih lemah di bidang pengelolaan keuangan dimana UMKM secara umum belum mengimplementasikan prinsip-prinsip manajemen keuangan yang tepat dan memanfaatkan teknologi (Budiman, Yuwono, Riyadi, Aklani, &