KEPEMIMPINAN PASTORAL DALAM KONTEKS ABAD KE-21 Roy Pieter Pendahuluan Kita hidup dalam dunia yang oleh kebanyakan komentator disebut dunia postmodern. Dunia modern yang lahir kurang lebih pada masa pencerahan Eropa, menjunjung tinggi nilai-nilai seperti kemajuan terus menerus di bidang sosial dan ekonomi, peningkatan rasionalitas dalam kehidupan manusia, kemajuan ilmiah melalui pengembangan penelitian yang canggih; peningkatan teknologi tentang standar kehdupan kita melalui perbaikan layana medis, psikologis, komersial, rekreasi; maksimalisasi kebebasan individu dan hak-hak sipil; dan rasionalisasi tentang Negara demokratis sebagai penentu nasib bangsa 1 Semboyan kaum postmodern adalah, “jangan mempercayai apapun”. Maksudnya, jangan percaya kepada ilmuwan, politikus, para eksekutif perusahaan, pekabat-pejabat lembaga keagamaan, para pedagang, bahkan suami atau istrimu sendiri. Dan tentu saja jangan mempercayai dirimu sendiri, sebab kamu lebih liahi menipu diri sendiri daripada orang lain. Bahkan jangan percaya pada bahasa yang kamu gunakan, sebab sebagaimana bahasa mengungkapkan sesuatu, ia juga membelokkannya 2 Kepekaan postmodern dapat menimbulkan tiga reaksi; sinisme dan keputusasaan, kesadaran sosial Darwisme yang diperbaharui, atau upaya menemukam harapan manusia yang lebih tajam dan sederhana dalam pemahaman baru tentang apa dan siapakah kita ini. 3 A. Kepemimpinan Pastoral 1. Definisi Kepemimpinan Dalam suatu organisasi atau perusahaan, kepemimpinan merupakan salah satu faktor penting, faktor kepemimpinan dapat memberikan Robert J. Starra, Menghadirkan Pemimpin Visioner (Yogyakarta:Kanisius, 2007), 44 1 Ibid, hal 44 2 Ibid, hal 45 3 1